3 Hari Kedepan Arus Angin dari Utara Ke Selatan Membawa Wabah (Penyakit) Adalah Hoax. (ilustrasi istimewa)
3 Hari Kedepan Arus Angin dari Utara Ke Selatan Membawa Wabah (Penyakit) Adalah Hoax. (ilustrasi istimewa)

3 Hari Kedepan Arus Angin dari Utara Ke Selatan Membawa Wabah (Penyakit) Adalah Hoax

eportal.id, Jakarta – Kamis (9/4/2020), beberapa waktu ini beredar pesan singkat yang tersebar di masyarakat melalui whatsapp yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan yang membawa wabah penyakit.

Menanggapi isu tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofsika menjelaskan beberapa hal, sebagai berikut:

  1. Informasi yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan membawa wabah penyakit, hal tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari BMKG dan isi informasi tersebut hoax serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  2. BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur – selatan (dari Benua Australia).
Baca Juga:  Tiga Emak-emak Penyebar Hoax Penculikan Anak di Banyuwangi Ditangkap Polisi

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi, yaitu melalui:
www.bmkg.go.id;
– follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Plt Deputi Bidang Meteorologi
Drs. Herizal, M.Si

Kunjungi Juga

Buku saku NUO Fikih Pandemi, beribadah di masa wabah

Buku Saku NUO yang Viral di Tengah Pandemi

Buku Saku NUO yang Viral di Tengah Pandemi Sebuah buku kecil (versi buku saku) mendadak …

Panduan Praktis Beribadah di Masa Wabah. (foto: shutterstock.com)

Panduan Praktis Beribadah di Masa Wabah

Panduan Praktis Beribadah dalam Intaian Covid-19, Beribadah di Masa Wabah Pandemi Covid-19 ini akhirnya memengaruhi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *