Banyumas – SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menorehkan momen penuh makna dalam pelaksanaan uji publik tahfidz Al-Qur’an Juz 29 dan 30 yang digelar pada Jumat pagi (19/12/2025). Kegiatan ini bukan sekadar ujian hafalan, melainkan wujud apresiasi sekaligus evaluasi atas program tahfidz yang telah ditempa selama tiga tahun terakhir.
Sebanyak delapan belas siswa mengikuti uji publik tahfidz yang digelar secara terbuka di lingkungan sekolah. Satu per satu ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan penuh kehati-hatian, menjadi saksi perjalanan panjang para siswa dalam menghafal kalam Ilahi. Ujian ini disaksikan langsung oleh guru, orang tua, serta pimpinan Muhammadiyah setempat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas proses pembelajaran yang telah dijalani.
Momen paling mengharukan terjadi sesaat setelah uji tahfidz berakhir. Para siswa turun dari ruang ujian dan menemui orang tua mereka. Isak tangis pun pecah seketika. Pelukan erat dan air mata menyatu, menandai rasa syukur, haru, dan bangga atas perjuangan yang tidak singkat.
Suasana penuh emosi menyelimuti perjumpaan anak dan orang tua, seolah menjadi penutup manis dari perjalanan panjang hafalan Al-Qur’an.
Salah satu peserta tahfidz, Salma Agustin, mengaku bangga telah mampu menyelesaikan hafalan Juz 29. Ia mengatakan persiapan dilakukan dengan terus melakukan murojaah. Salma berharap dapat melanjutkan hafalannya dan kelak menjadi hafidz Al-Qur’an, sebagaimana cita-cita orang tuanya.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa program tahfidz di sekolah tersebut telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Pada uji publik kali ini, seluruh peserta dinyatakan layak diuji dan mendapatkan apresiasi berupa beasiswa satu bulan gratis SPP yang bersifat progresif sesuai dengan jumlah juz yang dihafal.
Menurut Bambang, hafalan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi bekal spiritual, tetapi juga memberi nilai tambah bagi siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun saat memasuki dunia kerja.
Apresiasi juga datang dari Ketua PCM Ajibarang, Triana Waston Muhammadiyah. Ia menilai kegiatan uji publik tahfidz perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara periodik. Menurutnya, program ini merupakan tanggung jawab bersama agar siswa terus belajar dan menghafal Al-Qur’an sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Triana berharap para siswa yang telah menjadi hafidz dapat menjadi teladan dan sumber motivasi bagi guru maupun siswa lainnya. Ia juga menyebut bahwa budaya membaca Al-Qur’an telah mengakar di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, dengan kegiatan tadarus rutin selama 15 menit setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai.
Melalui program tahfidz dan uji publik ini, SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter Qur’ani.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…