Categories: News

Antrean BLTS Mengular hingga Jalan Nasional, Warga Ajibarang Taruhkan Nyawa Demi Bantuan Rp900 Ribu

Antrean BLTS Mengular hingga Jalan Nasional, Warga Ajibarang Taruhkan Nyawa Demi Bantuan Rp900 Ribu

Banyumas — Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Ajibarang, Banyumas, harus berdesakan dan mengantre panjang demi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat senilai Rp900 ribu, Kamis (27/11/2025). Antrean mengular hingga ke badan Jalan Nasional Jakarta–Purwokerto, memicu kekhawatiran atas keselamatan warga di tengah ramainya lalu lintas.
Sejak pagi, halaman Kantor Pos Ajibarang penuh sesak oleh warga Desa Ajibarang Kulon, Ajibarang Wetan, dan Kracak meski diguyur hujan. Kapasitas pelayanan yang terbatas membuat penumpukan tak terhindarkan. Warga berdiri berjam-jam di bawah terik matahari, sebagian lainnya terpaksa menunggu di tepi jalan raya yang dilewati kendaraan besar.
Di tengah hiruk-pikuk itu, Triana, warga Desa Kracak yang berhasil menerima bantuan, mengaku lega dan bersyukur.

“Seneng sekali dapat bantuan ini. Rencananya untuk beli beras, minyak, sama kebutuhan dapur lain. Biasanya bantuan 900 ribu ini habis dalam satu minggu buat kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Bagi Triana dan banyak warga lainnya, bantuan ini menjadi harapan di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik. Namun tingginya antusiasme masyarakat justru membuat situasi makin padat dan rawan, terlebih lokasi kantor pos yang berada dekat jalur kendaraan berat.
Sementara itu, John Hardiman, petugas pembayaran Kantor Pos Ajibarang, menjelaskan bahwa lokasi tersebut melayani sembilan desa sekaligus sehingga antrean panjang sulit dihindari.

“Di kantor pos Ajibarang kami melayani sembilan desa. Ini Bantuan Kesejahteraan Rakyat Tunai, 900 ribu. Program ini baru ada tahun ini, dan biasanya sekitar 90 persen penerima mengambil bantuannya,” ujarnya.
Menurutnya, proses pencairan akan terus dilakukan hingga seluruh penerima manfaat terlayani, meski antrean warga sejak pagi membuat petugas harus bekerja ekstra mengatur alur pengambilan.
Kondisi antrean yang mengular hingga ke jalan raya tidak hanya menimbulkan kerumunan, tetapi juga mengundang risiko kecelakaan. Warga berharap mekanisme penyaluran bantuan dapat diperbaiki—baik melalui penjadwalan ulang, pembagian per desa, atau penambahan titik layanan—agar proses pencairan berjalan lebih aman, tertib, dan manusiawi.

Kus Woro

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

15 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

16 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

17 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

19 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago