Bocah Rawat Ibu yang Kanker: Saya Tunggu Sampai Sembuh, Baru Sekolah Lagi

eportal.id, Kendari – Kisah memilukan sekaligus mengharukan terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun bernama Jihan Khaila rela putus sekolah demi mengurus ibunya yang tengah terbaring sakit serta tiga adiknya.

Sudah dua bulan ini Jihan fokus mengurusi ibunya. Bahkan ia rela putus sekolah dari Madrasah Ibtidaiyah demi merawat Waode Nuraeni (37) ibunya. Nuraeni menderita penyakit kanker hati stadium 4 hingga tak bisa bergerak dan hanya terbaring di atas tempat tidur.

Anak yang pendiam itu menjadi ibu bagi tiga adiknya yakni Hanna (8), Humairah (6), Ayub (5) dan seorang adik bungsunya yang masih bayi.

Segala urusan di dalam rumah diatur oleh Jihan.

Jihan juga memasak nasi untuk ibu dan adik-adiknya makan, serta masak air untuk ibunya mandi. Tidak hanya itu, ia juga mencuci pakaian adik serta membersihkan rumah.

Baca Juga:  Pengedar Narkoba Simpan Sabu dalam Al-Qur’an Ditangkap di Surabaya

Jihan dipaksa oleh keadaan menjadi tulang punggung keluarga karena ayah mereka telah pergi dan tinggal di daerah lain.

Sebelumnya Waode Nuraeni menjalani perawatan di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari. Namun, karena penyakit yang dialaminya sudah terlalu parah ia kemudian meminta untuk dibawa pulang dan dirawat di rumahnya saja.

Jihan terpaksa merelakan waktu bermain dengan teman-teman sebayanya, demi terus berada di sisi ibunya, Wa Ode Nuraini yang mengidap kanker stadium 4.

Nuraini, ibu enam anak, terbaring lemas di rumah permanen berukuran tipe 36 di lingkungan pesantren di kawasan home base, Baruga, jaraknya kurang 2 kilometer dari jalan poros Bandara Halu Oleo.

Demi kasih sayang ke ibunya, ia kerap menyuapi Nuraini, kala sang ibu tak bisa duduk, nyeri di bagian perut datang menyerang.

Baca Juga:  SMK Negeri 4 Kendari Dilahap Api, Ruang OSIS Ikut Hangus

Dengan senang hati Jihan melayani ibunya, menyuapi nasi dan lauk pemberian tetangga. Dengan sabar, ia menunggu makanan habis dikunyah.

Jika nyeri di tubuh Nuraini kambuh, Jihan dengan sabar menjadi tukang urut dadakan. Apalagi, jika sakit datang pada malam hari, sang ibu mau pun membangunkan anak sulungnya itu.

Dengan jari mungilnya, Jihan berupaya menjadi tukang urut yang ahli, memijat di titik sakit kesetrum menyerang sang ibu.

Meski Jihan tidak masuk sekolah lagi, namun ia masih tetap ingin melanjutkan pendidikannya setemah sang ibu sembuh dari sakitnya.

Menyandang status orangtua tunggal bagi anak- anaknya, membuat Nuraini pasrah dengan keadaannya seperti saat ini.

Semenjak menutup praktek bekamnya, ia pun kini tak lagi mendapatkan penghasilan. Ia harus berbagi hak asuh dengan mantan suaminya.

Baca Juga:  Jadi Korban Tabrak Lari, Pemotor Tak Sadarkan Diri

Jihan memiliki saudara kembar bernama Jundup dan ia tinggal bersama ayahnya di kelurahan berbeda di Kota Kendari. Empat hari mereka tinggal bersama ibunya, tiga hari bersama mantan suami di Nanga-nanga.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, keluarga ini beruntung memiliki tetangga yang baik hati, yang setiap hari bergiliran membawakan makanan untuk keperluan Nuraeni dan Jihan serta adik-adiknya.

Untungnya, rumah yang dihuni itu kini sudah berdinding tembok dan beralas lantai keramik.

Tak seperti hunian sebelumnya, hanya seluas ukuran sebuah kamar tidur dan kadang rumah mereka basah saat hujan turun.

Ibu yang sudah menjanda itu mendapat bantuan bedah rumah dari lembaga sosial Crisis AID United Kingdom (UK) bekerja sama dengan Crisis AID Indonesia Islamic Center Mu’adz (ICM) Kendari. (rnd)

Kunjungi Juga

Bendera Merah Putih Robek dan Lusuh, Danramil Amuk Kepala Desa. (ilustrasi istimewa)

Heboh, Empat Ibu Gunting Bendera Merah Putih di Sumedang

eportal.id, Sumedang – Video aksi empat ibu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merusak bendera Merah …

Ultah ke 42 FKPPI Probolinggo Bagikan Sembako Ke Kaum Dhuafa Dan Abang Becak

Probolinggo – Di Ultahnya ke 42 tahun, Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) Probolinggo, bagikan 300 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *