Dalam kunjungannya, Dr. Edwin memantau langsung pelayanan di Poli RS Wonolangan serta berdialog dengan warga yang sedang mengantre.
Tak hanya memantau, Dr. Edwin juga menggali pengalaman pasien terkait penggunaan aplikasi Mobile JKN. Beberapa warga yang ditemui pun mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Data terbaru menunjukkan pemanfaatan layanan digital di RS Wonolangan mencapai angka menggembirakan. Sekitar 89,38 persen pasien memanfaatkan layanan online, dengan 50,14 persen di antaranya menggunakan aplikasi M-JKN.
“Kami sangat mengapresiasi RS Wonolangan atas komitmennya dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan,” ujar Dr. Edwin.
Menurutnya, transformasi digital ini membawa dampak signifikan dalam memangkas waktu pelayanan.
Jika sebelumnya peserta BPJS Kesehatan harus antre 8–10 jam, kini waktu tunggu rata-rata hanya sekitar 2 hingga 2,5 jam. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan pasti bagi masyarakat.
Dr. Edwin berharap keberhasilan RS Wonolangan dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lain di Indonesia untuk terus berinovasi.
“BPJS Kesehatan akan terus mendorong pemanfaatan teknologi agar pelayanan semakin berkualitas dan nyaman untuk semua peserta,” tutupnya.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…