Categories: News

Bromo Sunset: Pertunjukan Musik dan Seni Pukau Ribuan Penonton di Ketinggian 2.000 Meter

Probolinggo – Pertunjukan seni dan musik biasanya digelar di gedung atau lapangan, namun tidak demikian dengan yang satu ini. Di Kabupaten Probolinggo, sebuah pertunjukan spektakuler justru berlangsung di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, berlatar belakang megah Gunung Bromo dan Jembatan Kaca.

Acara bertajuk “Bromo Sunset ke Telu: Ambyar Bareng” digelar pada Sabtu sore hingga malam (28/6) di mini amphitheater Bukit Seruni Point, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Ribuan penonton memadati lokasi, baik dari kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk menyaksikan pertunjukan unik ini.

Dalam suasana dingin khas kawasan pegunungan, pengunjung dimanjakan dengan pertunjukan seni tradisional dari sanggar-sanggar seni Kabupaten Probolinggo, hingga musik band yang dibawakan oleh musisi-musisi lokal. Pemandangan spektakuler Gunung Bromo dan panorama senja menjadi latar panggung yang memukau.

“Saya baru pertama kali datang ke Gunung Bromo, menurut saya oke banget. Stand UMKM-nya juga menarik dan sangat mendukung acara. Pertunjukannya sangat memukau, apalagi dengan suhu yang dingin seperti ini, jadi pengalaman yang luar biasa,” ungkap Dini Aviani, salah satu penonton.

Sesi musik dengan tema “Ambyar Bareng” menjadi puncak acara. Para penonton larut dalam suasana, berjoget sembari melawan udara dingin Bromo yang menusuk.

Acara ini merupakan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Probolinggo, komunitas seni, pelaku UMKM, serta pelaku usaha wisata di kawasan Bromo. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, festival ini lahir dari gagasan Bupati Probolinggo, dr. Gus Haris, sebagai upaya mendorong pariwisata daerah.

“Festival seni sunset di Bromo ini berawal dari ide Bupati agar wisata Gunung Bromo terus meningkat. Pemerintah berkolaborasi dengan sponsor, seniman, UMKM, dan pelaku usaha wisata. Dan ternyata, acara ini berhasil menarik banyak wisatawan,” jelas Ugas Irwanto.

Dengan konsep yang terus berkembang, Bromo Sunset diyakini akan menjadi agenda rutin yang memperkuat citra Bromo tidak hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga panggung budaya dan kreativitas. Episode berikutnya pun sudah ditunggu-tunggu sebagai daya tarik baru kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.


Risty Rofiq

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

14 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

14 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

16 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

18 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago