Budidaya Jamur Tiram, Inovatif di Masa Pandemi

Malang – Tak perlu biaya besar membangun usaha yang dimulai dari titik 0, apalagi di masa pandemi saat ini. 

Budidaya jamur tiram memungkinkan diawali biaya minimalis, alias tidak terlalu besar.
Didik, warga Ngantang, Malang, memulai budidaya jamur tiram dengan biaya “cuma” Rp 20 juta, itupun bersumber dari kredit perbankan. 
Biaya itu digunakan untuk pembangunan tempat pengembangan jamur, termasuk pengadaan bibit hingga baglog.
Setelah 3 tahun lamanya bergantung pada pemasok (orang lain), ia mengembangkannya dengan kemandirian pengadaan bibit dan baglog. 
Kemandirian pengadaan ini dibutuhkan biaya Rp 15 juta, yang digunakan untuk pembelian alat pengopen, pencetak, dan perluasan tempat pengembangan jamur.
Perkreditan jenis KUR, menjadi solusi dari sekian alternatif, lantaran suku bunga rendah dan angsuran berdurasi 3 tahun (36 bulan). 
Dalam tahun pertama, hasil budidaya berkutat pengembalian kredit, dan sebagian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Didik memulai budidaya jamur tiram sejak tahun 2016 silam atau 5 tahun lalu, dan saat ini penghasilannya tidak lagi bergantung jamur tiram, tapi penjualan bibit dan baglog. 
Daya jangkau penjualan jamur tiram, bibit maupun baglog, tidak lagi seputar Ngantang, tapi sudah merambah Pujon dan Kasembon. 
Produksi jamur tiram sendiri tidak bisa diperhitungkan secara matematis, tergantung seberapa banyak kemunculan jamur siap panen dalam sehari. 
Sedangkan besaran jamur tiram variatif, tergantung permintaan pasar atau konsumen, bisa mencapai 20 kg per hari hingga 50 kg per hari. (dodik)

Kunjungi Juga

Ratusan Pemulung dan Tuna Wisma Divaksin Di TPA Oleh Anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota

Probolinggo – Ratusan pemulung, tuna wisma dan warga sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dilakukan vaksin …

Antisipasi Tindak Pidana Korupsi Pemkot Probolinggo Bersama KPK Gelar Rapat Koordinasi Monitoring Dan Evaluasi

Probolinggo – Antisipasi melanggar tindak pidana korupsi dan grativiikasi Pemerintah Kota Probolinggo bersama Komisi Pemberantasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *