Categories: News

Curug Pasekan Jadi Kelas Alam, Anak-Anak Belajar Cinta Lingkungan Sejak Dini

Curug Pasekan Jadi Kelas Alam, Anak-Anak Belajar Cinta Lingkungan Sejak Dini

Banyumas — Kawasan konservasi ikan Curug Pasekan di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, kini tidak hanya menjadi tempat pelestarian ikan lokal. Lokasi ini juga bertransformasi menjadi ruang belajar terbuka bagi anak-anak sekolah dasar.

Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 2 Sidamulih tampak antusias saat mengikuti kegiatan belajar luar ruang, Jumat (1/8). Dengan dipandu para guru, mereka diajak menjelajah area konservasi dan belajar langsung tentang ekosistem sungai.

“Kami ingin anak-anak mengenal lingkungan dari dekat, tidak hanya melalui buku. Belajar di alam akan menumbuhkan rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan,” ujar Noviatun Maryanah, salah satu guru pendamping.

Para siswa terlihat bersemangat saat memberi pakan ikan, mencabut rumput liar, hingga memanen cabai dan singkong. Mereka juga mendapat penyuluhan mengenai pentingnya menjaga sungai dari sampah dan kerusakan.

Kegiatan tersebut berlangsung di zona konservasi yang dikelola Pokmaswas Lestari Kaliku, kelompok masyarakat pengawas yang selama ini aktif menjaga ekosistem sungai. Ketua kelompok, Akhmad Saebani, mengungkapkan bahwa upaya konservasi mereka berawal dari keprihatinan atas rusaknya habitat ikan akibat banjir lumpur dan sedimentasi.

“Kami lakukan penebaran ulang ikan di beberapa sungai seperti Banjaran, Sungkalan, dan Dare, agar ekosistem ikan bisa kembali seimbang dan ikan bisa bermigrasi ke Sungai Serayu,” jelasnya.

Selain restocking ikan, warga juga menanam vegetasi penguat tebing seperti mangrove air tawar, untuk mengurangi abrasi dan mengendalikan pertumbuhan enceng gondok.

Penyuluh perikanan wilayah Rawalo, Indra Hariman Tri Saputra, S.Pi., menyebut Pokmaswas Lestari Kaliku sebagai mitra binaan aktif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, kelompok ini tak hanya fokus pada konservasi, tetapi juga menjadi motor penggerak edukasi lingkungan di desa.

“Kami berharap ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa. Ini bukan sekadar konservasi, tapi juga investasi untuk kualitas sumber daya manusia di masa depan,” katanya.

Curug Pasekan pun kini bukan hanya surga bagi ikan endemik seperti udang gala, ikan melem, dan brek. Lebih dari itu, tempat ini telah menjelma sebagai ruang pembelajaran hidup tentang harmoni antara manusia dan alam.

Kus Woro

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

15 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

16 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

17 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

19 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago