Dari Cuci Mobil ke Kandang Ayam: Mujito Raih Belasan Juta Rupiah per Panen
Banyumas –
Minimnya keuntungan dari usaha cucian mobil tidak membuat Mujito, warga Banjarsari Kecamatan Ajibarang, menyerah. Terinspirasi dari rekannya yang lebih dulu sukses, ia memutuskan banting setir menjadi peternak ayam broiler di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Keputusan itu kini mengubah hidupnya.
Sebelum menekuni dunia peternakan, Mujito lebih dulu menggeluti usaha cuci mobil. Namun, persaingan yang semakin ketat, terutama dengan menjamurnya jasa cuci mobil modern, membuat pendapatannya tidak mencukupi kebutuhan. Situasi tersebut mendorongnya mencari peluang lain yang lebih menjanjikan.
“Sebelum terjun ke peternakan, saya dulu membuka usaha cucian mobil, tapi hasilnya kurang karena banyak saingan yang lebih modern. Awalnya saya memulai dengan 1.500 ekor, sekarang sudah 5.000 ekor. Kalau musim bagus, bisa menghasilkan sekitar 15 juta sekali panen,” ungkap Mujito.
Melihat rekannya sukses beternak ayam broiler, ia mulai tertarik dan kemudian membuka peternakan ayam potong dengan jumlah ternak yang terus berkembang. Rutinitas perawatannya pun dilakukan sejak pagi hari, mulai dari membersihkan kandang, tempat minum, memastikan pakan tidak kosong, hingga memberi makan dua kali sehari, pagi dan sore. Ketelatenan inilah yang menjadi kunci keberhasilan usahanya.
Ayam yang dibudidayakannya merupakan ayam pedaging dengan masa panen relatif cepat dan permintaan pasar yang stabil. Kini, usaha yang ia rintis menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga, dengan pendapatan mencapai sekitar Rp15 juta setiap musim panen.
Perjalanan Mujito dari kegagalan menuju keberhasilan menjadi bukti bahwa kegigihan dan kemauan untuk terus belajar mampu membuka jalan menuju kesejahteraan.