Categories: Biro MakassarNews

Diduga Serobot Lahan Warga, PT Semen Tonasa Digeruduk LSM GEMPAR

Pangkep – Dugaan kekeliruan pembebasan lahan kembali menyeret nama PT Semen Tonasa. Pada Senin, 12 Januari 2026, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Maju Pemuda Makassar (GEMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Poros Tonasa 2, Kampung Katapang, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Aksi yang dipimpin oleh jenderal lapangan Ulfi Al Mifta tersebut diikuti sekitar 20 orang massa, sebagai bentuk protes atas dugaan pembebasan lahan milik warga bernama Mangasengi yang disebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemilik lahan.

Dalam orasinya, massa aksi menilai PT Semen Tonasa tidak transparan dan terkesan mengabaikan hak kepemilikan warga. Mereka mendesak perusahaan pelat merah tersebut untuk memberikan klarifikasi terbuka serta meminta pertanggungjawaban langsung dari Direktur PT Semen Tonasa atas dugaan kekeliruan pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan ini kami nilai tidak sesuai prosedur dan mencederai hak warga. Jika tidak ada kejelasan, kami akan melakukan penutupan jalan hauling di atas tanah yang kami anggap masih menjadi hak milik warga,” tegas jenderal lapangan dalam orasinya.

Selain itu, GEMPAR juga menuntut transparansi legalitas pembebasan lahan, serta meminta kepastian hukum atas status kepemilikan tanah yang hingga kini dinilai masih bermasalah. Massa menilai, sebagai perusahaan besar, PT Semen Tonasa seharusnya menjadi contoh dalam menegakkan supremasi hukum, bukan justru menimbulkan konflik agraria di tengah masyarakat.

Adapun rangkaian aksi yakni sebelum menuju lokasi aksi, massa terlebih dahulu melakukan persiapan di rumah Amir Yulle di Kampung Sapanang sekitar pukul 09.10 Wita. Upaya penggalangan dan imbauan untuk melakukan audiensi sempat dilakukan oleh Kasat Intelkam Polres Pangkep AKP Suhardi, SH bersama Kanit Keamanan PT Semen Tonasa Kapten Inf Hamka, namun ditolak oleh pihak massa yang tetap memilih turun ke jalan.

Sekitar pukul 11.50 Wita, massa mulai berorasi di titik aksi. Pada pukul 12.20 Wita, pihak PT Semen Tonasa melalui penasihat hukum Amir Saleh, SH., MH sempat menemui massa. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima oleh pengunjuk rasa, yang menilai PT Semen Tonasa belum menyentuh substansi persoalan lahan.

Situasi sempat memanas ketika sekitar 50 warga sekitar berdatangan ke lokasi dan menyatakan keberatan atas aksi penutupan jalan yang berpotensi mengganggu aktivitas umum.

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 12.50 Wita dan massa membubarkan diri dengan pengawalan Sat Intelkam dan Sat Samapta Polres Pangkep.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbuka dari manajemen PT Semen Tonasa terkait tuntutan utama massa aksi mengenai dugaan pembebasan lahan tanpa persetujuan pemilik. ( Sukma Paramita)

Sukma Paramita

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

12 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

13 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

14 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

16 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

23 jam ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

1 hari ago