Ilustrasi siswa belajar daring.
Ilustrasi siswa belajar daring. Foto: Bobi Nardi/Kendariinfo.

Dipicu Belajar Online, 14 Anak di Kendari Putus Sekolah

eportal.id, Kendari – Pandemi Covid-19 membuat proses belajar mengajar di sekolah terpaksa harus dilakukan secara daring (online) demi mencegah risiko terpapar virus. Namun siapa sangka jika hal ini di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) justru dapat memicu terjadinya kasus anak putus sekolah hingga menikah dini.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Muchdar Alimin, mengatakan ada sebanyak empat belas kasus siswa putus sekolah dan satu kasus pernikahan di bawah umur.

“Ada empat belas kasus anak yang terpaksa putus sekolah, semuanya adalah siswa di jenjang SMP. Lalu ada satu anak yang menikah,” katanya saat dihubungi Kendariinfo, Sabtu (18/9/2021).

Baca Juga:  Detik-detik Pencopet Melarikan Uang Rp.100 Juta di Padang Pariaman

Lanjutnya, pemicu belasan siswa yang akhirnya memutuskan untuk tidak bersekolah disebabkan karena keterbatasan ekonomi. Beberapa anak dari kasus tersebut juga dipekerjakan oleh orang tuanya.

Lalu pada kasus pernikahan dini, hal ini juga diduga dipicu karena penerapan sistem belajar daring yang membuat siswa kebanyakan aktif menggunakan gawai. Di mana pengaruh dari internet dan kurangnya pengawasan orang tua, akan berakibat pada perbuatan menyimpang.

“Kemungkinan ada pengaruhnya dari sekolah daring, karena pembelajaran online yang terbatas, maka terdapat banyaknya waktu untuk menggunakan gadget oleh siswa. Banyaknya konten-konten negatif di media sosial menjadi pemicu hal-hal yang tidak diinginkan apabila tidak difilter oleh orang tua maupun keluarga,” jelas Muchdar Alimin.

Baca Juga:  Petaka Perayaan Imlek di Hongkong

Untuk mengatasi kasus tersebut, dilakukan dengan cara mengoptimalkan program guru kunjung agar anak-anak yang putus sekolah mau bersekolah kembali.

“Sudah ada tiga belas anak yang mau kembali bersekolah, tinggal satu siswa yang belum kembali karena ikut orang tuanya bekerja ke luar daerah. Sedangkan satu siswa yang menikah, juga kembali melanjutkan sekolahnya karena tetap kita izinkan,” pungkasnya. (Fera/kendariinfo)

Kunjungi Juga

288 Napi Lapas Kelas 2B Probolinggo Dapat Remisi Lebaran, 6 Napi Bebas Murni

Probolinggo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Probolinggo, berikan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri …

Pasar murah AGP memperkenalkan pembelian sembako bersubsidi dengan menggunakan QRIS

Pasar murah AGP memperkenalkan pembelian sembako bersubsidi dengan menggunakan QRIS

Pasar murah sembako menjadi salah satu program Yayasan Artha Graha Peduli yang dilakukan sepanjang waktu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *