Disaat Harga Cabe Mahal, Tanaman Cabe Rusak Petani Di Kota Probolinggo Mengeluh

Probolinggo – Meski harga cabe mahal, namun tanaman sering diguyur hujan, membuat cabai membusuk, membuat petani cabe di Kota Probolinggo, resah, dengan kondisi ini banyak petani cabai lebih memilih panen dini. Sabtu (20/2/2021).

“Meski harga cabe di pasaran mahal, namun banyak tanaman cabe rusak, cabe banyak yang busuk, dan hasil panen berkurang, untuk mengantisipasi kerugian dan banyak cabe di serang ulat karena sering diguyur hujan, kita pilih memanen dini” jelas petani cabe, Ali Mustofa, saat dikonfirmasi di sawahnya.

Sudah sekitar 4 bulan ini, sebagian wilayah di Jawa Timur, sering diguyur hujan baik intensitas sedang dan tinggi, disaat memasuki musim penghujan tahun ini, yang terjadi banyak tanaman justru rentan terkena air hujan, dan banyak ulat menyerang cabe.

Baca Juga:  KRI RE Martadinata-331 Siap Mengawal Kedaulatan Republik Indonesia

Salah satunya petani cabe di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mereka terpaksa melakukan langkah panen dini karena perkembangan cabe tidak sempurna, untuk mengurangi resiko kerugian lebih parah.

Selain itu, jika terus dibiarkan sampai cabe benar-benar merah, cabe jutru cepat membusuk, tidak mau mengambil resiko, banyak petani memanen sampai setengah matang saja.

Pada musim hujan ini, setiap setengah hektar lahan hanya mampu mendapat hasil panen cabe sekitar 25 kilogram saja sekali panen, namun jika musim kemarau mampu menghasilkan 1 kwintal cabe, saat ini harga cabe ditingkat petani harga cabe dikisaran Rp 50.000 sampai Rp 60.000 setiap 1 kilogramnya.

“Harga cabe masih tinggi, pedagang ambil dari petani Rp 50.000 sampai Rp 60.000 perkilogramnya, di pasaran cabe harganya mencapai Rp. 80.000 sampai Rp 90.000 perkilogramnya, saat musim hujan banyak cabe yang rusak, 1 hektar sekali panen cuma mendapatkan 20 sampai 25 kilogram, kalau musim kemarau bisa panen hingga 1 kwintal cabe, cabe banyak dimakan ulat akibat musim hujan, stok cabe dari petani tipis persediaanya” tegas, Mudmiatun, petani cabai Kota Probolinggo.

Baca Juga:  Perempuan Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor Jadi Buruan Polisi

Saat ini, di beberapa daerah sudah tidak lagi menanam cabe, sehingga yang terjadi harga cabai dipasaran akan terus melambung naik, dan pemerintah daerah wajib melakukan operasi pasar, untuk menstabilkan dan memantau perkembangan harga cabe di pasar.

Kunjungi Juga

Razia Keramaian Dipusat Perbelanjaan Satgas COVID- 19 Probolinggo, Swab Antigen 30 Pelanggar Prokes

Probolinggo – Antisipasi klaster COVID- 19 keramaian lebaran, tim gabungan Satgas COVID- 19 Kabupaten Probolinggo, …

Titik Pasar Tumpah Biang Kemacetan Dishub Kota Probolinggo Tempatkan Petugas Dilokasi

Probolinggo – Jelang lebaran, jalur pantura Kota Probolinggo, arus lalu lintas mulai terlihat meningkat tajam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *