Festival 7 Danau, Inovasi Pemkab Probolinggo Angkat Potensi Wisata Tiris dan Krucil

Festival 7 Danau, Inovasi Pemkab Probolinggo Angkat Potensi Wisata Tiris dan Krucil

Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata daerah melalui gelaran Festival 7 Danau (The Seven Lakes Festival).

Acara ini akan berlangsung mulai 7 November 2025, menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya di dua kecamatan yang menawan, Tiris dan Krucil, yang terkenal dengan pesona danau serta air terjunnya.

Bupati Probolinggo Haris Damanhuri menjelaskan, ide penyelenggaraan festival ini lahir dari besarnya potensi wilayah selatan Kabupaten Probolinggo.

“Indonesia itu ada di Kabupaten Probolinggo. Kita punya kebun teh, sumber daya panas bumi di Tiris, dan tujuh danau yang luar biasa indah. Dari potensi inilah muncul gagasan The Seven Lakes Festival, karena kekayaan alam di sana memang luar biasa,” ujar Bupati Haris dalam wawancara bersama media, Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, Festival 7 Danau bukan sekadar ajang wisata, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Tiris yang masih tergolong daerah dengan tingkat ekonomi rendah.

“Kami punya mimpi besar. Ke depan, Tiris tidak lagi dikenal sebagai kecamatan termiskin, tetapi sebagai kecamatan paling sejahtera melalui pengembangan pariwisata. Potensi wisata ini akan terus kami dorong agar masyarakat benar-benar merasakan dampak ekonominya,” tegas Haris.

Kabupaten Probolinggo memiliki tujuh danau (ranu) dengan karakter dan daya tarik yang berbeda-beda, antara lain:

Danau Segaran, dikembangkan dengan konsep water sport seperti jet ski, festival perahu naga, dan wisata air lainnya.

Ranu Bertok, dikenal sebagai danau teratai terbesar di Pulau Jawa, kini tengah dikembangkan dengan bibit teratai yang didatangkan langsung dari Jepang.

Danau Merah, danau unik yang airnya dapat berubah warna menjadi kemerahan, kini dilengkapi dengan jalur jogging track.

Danau Argo, menjadi surga bagi para penghobi memancing.

Ranu Agung, disebut silent lake karena ketenangan dan keindahannya yang dikelilingi tebing alami menakjubkan.

Selain tujuh danau, kawasan Tiris dan Krucil juga memiliki tujuh air terjun alami yang menjadi bagian dari konsep besar “7 Danau dan 7 Air Terjun.”

Festival ini akan memadukan tiga konsep utama: sport tourism, culture tourism, dan nature tourism.

“Selama ini kita punya potensi alam dan budaya yang luar biasa, tapi belum pernah benar-benar dipadukan. Melalui The Seven Lakes Festival, kita gabungkan olahraga seperti trail run, festival budaya, hingga pameran UMKM. Kami ingin seluruh potensi itu menjadi satu pengalaman wisata yang utuh,” jelas Bupati Haris.

Rangkaian acara selama tujuh hari tersebut juga akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti pawai budaya, festival mancing, festival burung dara, hingga tradisi nyunggi susu, yang merupakan warisan budaya masyarakat setempat.

Menariknya, pemilihan angka tujuh memiliki makna tersendiri.

“Angka tujuh itu angka sempurna. Ada tujuh hari dalam seminggu, tujuh lapis langit, dan kita punya tujuh danau serta tujuh air terjun. Karena itu, festival ini dimulai pada 7 November dan berlangsung selama tujuh hari penuh kenangan untuk Probolinggo,” ungkap Bupati Haris.

Melalui Festival 7 Danau, Pemkab Probolinggo berharap daerahnya tidak hanya dikenal lewat Gunung Bromo, tetapi juga dengan pesona alam Tiris dan Krucil yang tak kalah menakjubkan.

“Bromo sudah mendunia, dan kini saatnya Tiris serta Krucil menjadi pelengkap keindahan itu. Kami ingin dunia tahu bahwa Probolinggo bukan hanya Bromo, tetapi juga memiliki tujuh danau, tujuh air terjun, serta budaya yang luar biasa,” tutupnya.

Festival ini diharapkan dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal untuk berkarya serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Probolinggo.

Risty Rofiq

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

14 detik ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

33 menit ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

2 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

4 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

11 jam ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual , Indikasi Geografis( Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual , Indikasi Geografis( Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas…

23 jam ago