Categories: Biro JatengNews

Festival Gagal! Panitia Festival Lampion Purwokerto Disebut Tak Profesional

Festival Gagal! Panitia Festival Lampion Purwokerto Disebut Tak Profesional

Purwokerto – Kehebohan Festival Lampion Sky Lantern Serenade 2025 berakhir antiklimaks. Acara yang digadang-gadang menjadi ikon wisata Banyumas justru ditunda mendadak sehari sebelum pelaksanaan.

Ribuan wisatawan luar kota merasa dikhianati, sementara panitia kini dituding gagal total dan mengabaikan nasib pengunjung. Wisatawan yang sudah membeli tiket, memesan hotel, dan menyiapkan perjalanan menumpahkan kemarahan di media sosial.

“Kami sudah keluar jutaan rupiah, tapi panitia seenaknya menunda. Ini sama saja menipu!” tulis akun @RinaTraveler.

Kemarahan publik makin memuncak karena panitia tak memberi solusi jelas. Tidak ada kepastian pengembalian uang tiket, tidak ada kompensasi, hanya janji acara “akan digelar kembali setelah situasi kondusif”.

Penanggung jawab Festival, Wikan Agung Winasis, berkilah bahwa keputusan itu mengikuti arahan pemerintah akibat situasi darurat pasca gerakan demokrasi. “Event tidak batal, hanya ditunda. Panitia tidak lepas tangan,” ujarnya.

Namun, alasan itu dianggap publik sebagai tameng belaka. “Kalau memang tahu rawan, kenapa masih jual tiket? Ini jelas kelalaian panitia!” tulis komentar pedas netizen lain.

Dampaknya, pelaku usaha pariwisata Purwokerto ikut gigit jari. Hotel, restoran, hingga penyedia transportasi kehilangan omzet besar hanya dalam hitungan jam. Banyak reservasi dibatalkan massal, meninggalkan kerugian yang tidak sedikit.

Kepala Dinporabudpar Banyumas, Drs. Setia Rahendra, M.Si., bahkan menegaskan akan mengevaluasi seluruh event organizer. “Ini harus jadi pelajaran keras. Jangan sampai event besar malah merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kini, Festival Lampion bukan lagi disorot karena keindahan, melainkan karena kontroversi. Bagi wisatawan, panitia dianggap tidak profesional, abai, bahkan terkesan “lepas tangan”. Tanpa kejelasan nasib tiket dan kompensasi, publik menilai festival ini sudah kehilangan wibawanya.

Kus Woro

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

15 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

16 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

17 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

19 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago