Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meresmikan Immigration Lounge di pusat perbelanjaan PIK Avenue, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
Immigration Lounge ini dihadirkan sebagai upaya mendekatkan dan mempercepat pelayanan paspor serta layanan keimigrasian bagi masyarakat.
Menteri Agus Andrianto mengatakan, Immigration Lounge di PIK Avenue menjadi lounge keimigrasian kesepuluh yang diresmikan pemerintah, sekaligus yang pertama dibuka pada tahun 2026.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan percepatan pelayanan keimigrasian.
“Ini merupakan lounge keimigrasian yang kesepuluh yang kami resmikan, dan yang pertama di tahun 2026. Mudah-mudahan ini terus bisa kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas serta percepatan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat,” kata Agus dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Immigration Lounge PIK Avenue hadir berkat dukungan penuh dari manajemen kawasan PIK.
Lokasinya yang strategis di pusat aktivitas publik dan kawasan wisata dinilai memudahkan masyarakat, khususnya warga Jakarta Utara dan sekitarnya, dalam mengakses layanan keimigrasian.
“PIK sekarang bukan hanya kawasan hunian, tapi juga kawasan wisata. Saat libur, kawasan ini sangat ramai. Karena itu kami melihat ini sebagai lokasi yang tepat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, kehadiran Immigration Lounge merupakan bentuk komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan waktu.
Melalui kerja sama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara dengan pengelola PIK Avenue, lounge ini diharapkan menjadi alternatif layanan keimigrasian yang dekat dan efisien, sekaligus mencerminkan wajah baru pelayanan publik yang lebih inklusif dan berorientasi pada masyarakat.
Agus mengungkapkan, sepanjang 2025 pemerintah telah membentuk sembilan immigration lounge dan satu immigration point. Ke depan, pengembangan layanan serupa akan terus dilakukan seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian.
“Saat ini kantor pelayanan imigrasi sekitar 130, sementara tuntutan masyarakat luar biasa besar. Karena itu kami mendorong penambahan sekitar 18 kantor pelayanan, termasuk pengembangan lounge-lounge keimigrasian,” jelasnya.
Menteri Agus Andrianto juga meminta para staf dan jajarannya yang bertugas di lounge tersebut untuk senantiasa memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat.
“Saya juga berpesan kepada seluruh petugas agar memberikan pelayanan dengan hati nurani. Pelayanan yang dilakukan dengan niat baik dan tulus akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Agus.
(Wahyuni adina putri)
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…