Guru Agama di Empat Lawang, Sumsel, Sodomi 12 Siswa SMP

eportal.id, Empat Lawang – Jajaran penyidik dari Polres Empat Lawang, Sumatra Selatan, menangkap AT (52 tahun), seorang guru agama di kabupaten tersebut. AT diduga menjadi pelaku tindak pencabulan terhadap 12 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Kepolisian Sektor Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto, mengatakan selain dari tersangka AT, petugas juga mengamankan tiga pelaku lainnya, yakni JL (43 tahun) seorang petani, IW (27 tahun), dan FM (27 tahun) keduanya merupakan pemilik salon. Aksi bejat tersebut dilakukan keempat tersangka sejak akhir tahun lalu.

“Modus keempat tersangka ini selalu mengajak korbannya ke salon tersebut, kemudian korban diimingi uang. Besarannya rata-rata Rp 15 ribu,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga:  Kampung Bersih di Kota Probolinggo Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19 Ala Kampung Dalang

Eko bilang, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka AT mengaku melakukan perbuatan cabul itu karena kerasukan jin. Padahal, dia telah memiliki istri dan anak serta berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai guru agama.

“Sejauh ini sudah ada 12 korban yang melapor. Semuanya berjenis kelamin laki-laki dan masih berstatus siswa SMP. Kemungkinan jumlah korban akan kembali bertambah,” katanya.

Oleh karena itu, para tersangka dikenakan Pasal 81 juncto Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Selain itu, polisi masih memburu satu pelaku lain yang masih buron. (Jrs/Urban.id)

Kunjungi Juga

Suami Jual Istri Ke Teman Rp 50 Ribu Hingga 14 Kali dan Merekamnya, Perzinahan Pertama Sedang Hamil

eportal.id, Pasuruan – Mengandalkan ancamannya dengan mengakhiri rumah tangga, Moch Sabik Salim Setiyawan (28) terus …

Pelecehan Seorang Wanita Gangguan Jiwa di Berisen Sampang

eportal.id, Sampang – Viral di media sosial pelecehan terhadap seorang wanita (maaf tidak normal) di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *