Guru Datang ke Rumah Murid untuk Mengajar: Mereka Tak Punya HP, Beberapa Tak Punya TV. (istimewa)
Guru Datang ke Rumah Murid untuk Mengajar: Mereka Tak Punya HP, Beberapa Tak Punya TV. (istimewa)

Guru Datang ke Rumah Murid untuk Mengajar: Mereka Tak Punya HP, Beberapa Tak Punya TV

eportal.id, Sumenep – Pandemi corona membuat pemerintah harus bertindak tegas untuk mencegah penyebarannya. Seperti yang sudah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, Nadiem mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait proses pelaksanaan belajar mengajar selama masa pandemi corona.

Salah satunya adalah kebijakan untuk belajar di rumah. Namun ternyata dalam pelaksanaannya, kebijakan ini belum berjalan dengan baik.

Cerita perjuangan seorang guru datang ke rumah murid untuk mengajar di Sumenep Jawa Timur, yang tetap mengabdi mengajar di tengah pandemi corona viral di media sosial.

Di tengah pandemi covid-19, tidak semua siswa PAUD hingga SMA di Indonesia bisa belajar secara online seperti yang diintruksikan pemerintah.

Baca Juga:  Kebakaran Pasar Sumani Singkarak

Masih ada sejumlah siswa yang terkendala pembelajaran secara online karena keterbatasan alat atau kuota internet.

Kondisi ini membuat Avan Fathurrahman (39), guru dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, rela datang ke rumah muridnya untuk memberikan pembelajaran.

Guru SDN Batuputih Laok 3, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih itu membagikan kegiatannya mengajar ke rumah-rumah siswa di unggahan akun Facebook miliknya.

Avan menuliskan bahwa dia berada di dalam posisi dilematis. Ia tak bisa menuruti himbauan menteri pendidikan untuk belajar di rumah karena muridnya tak memiliki fasilitas untuk mengikuti pembelajaran secara online.

“Ternyata saya belum jadi guru yang baik. Sudah beberapa minggu saya berada dalam posisi yang dilematis. Bukan masalah rindu. Tapi tentang imbauan Mas Mentri, agar bekerja dari rumah. Ini jelas tidak bisa saya lakukan, karena murid saya tidak punya sarana untuk belajar dari rumah. Mereka tidak punya smartphone, juga tidak punya laptop. Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani wali murid.”

Baca Juga:  Guru Pukul Siswa di Bekasi Dinonaktifkan, Siswa Gelar Aksi Bela Guru

Bahkan ketika ada wali murid yang bercerita hendak meminjam uang untuk membeli smartphone, Avan melarangnya. Selain itu, siswa juga bisa belajar menggunakan buku paket yang dipinjamkan sekolah.

Wali kelas 6 ini melakukan kunjungan tiga hari dalam seminggu ke rumah- rumah muridnya.

Tak hanya mengajarkan teori dan memberikan latihan saja, Avan juga mengajarkan pengetahuan tentang virus Covid-19.

Terkadang dirinya juga mendongeng ke murid-muridnya dengan menyisipkan nilai moral dan pembelajaran. (rnd)

..

”Guru Datang ke Rumah Murid untuk Mengajar: Mereka Tak Punya HP, Beberapa Tak Punya TV”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *