Heboh Proyek Rp2 Miliar di SMA 2 Pangkep, Diduga Ada Campur Tangan Keluarga dan Papan Proyek Dipasang Belakangan

Heboh Proyek Rp2 Miliar di SMA 2 Pangkep, Diduga Ada Campur Tangan Keluarga dan Papan Proyek Dipasang Belakangan

Pangkep — Proyek rehabilitasi gedung SMA Negeri 2 Pangkep, Kecamatan Segeri, kini menjadi sorotan publik. Dengan anggaran fantastis mencapai Rp2,034 miliar untuk 10 gedung, satu laboratorium, serta empat unit WC umum, proyek yang seharusnya berjalan transparan justru menuai dugaan ketidakberesan.

IK (LK), salah satu pemenang tender, mengaku mendapat jatah pengerjaan tiga gedung dan satu laboratorium dari pihak berinisial BG dan RS. Namun, saat ia tiba di lokasi dan langsung menemui Plt. Kepala Sekolah SMA 2 Pangkep, Rahma, dirinya justru ditolak.

“Kalau memang tidak ada pihak ketiga, lalu siapa yang memberi saya bagian proyek? Anehnya, orang luar daerah Pangkep malah diterima, sementara saya ditolak. Di mana letak keadilannya?” ujar IK kepada LSM Perak.

IK juga menuding bahwa papan proyek baru dipasang setelah pembongkaran gedung sudah berjalan, yang menurutnya menyalahi aturan transparansi proyek pemerintah.

Menjawab tudingan itu, Rahma membantah keras. Saat dikonfirmasi di rumahnya, Jalan Cendana Barat, Kelurahan Paddoang Doangan, ia menegaskan bahwa semua sudah sesuai prosedur.

“Tidak benar papan proyek dipasang setelah pekerjaan dimulai. Semua dikerjakan sesuai aturan. Soal pengawasan, sepenuhnya wewenang Dinas Pendidikan Provinsi. Saya hanya meminta bantuan kakak kandung saya, Ahmad, untuk ikut mengawasi agar pekerjaan berjalan lancar,” jelas Rahma.

Meski demikian, klarifikasi Rahma tak serta-merta meredam kecurigaan. Pasalnya, dugaan keterlibatan keluarga dalam proyek sekolah negeri menimbulkan pertanyaan besar. Penasehat LSM Perak, Andi Syam, bahkan menegaskan bahwa penggunaan dana negara harus terbuka dan bebas dari praktik nepotisme.

“Kalau benar ada keluarga dilibatkan dalam pengawasan, maka publik patut bertanya: transparansi itu di mana? Jangan sampai proyek miliaran rupiah ini berubah jadi ajang bancakan,” tegas Andi Syam.

Kini, publik menunggu sikap tegas Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Sebab tanpa penjelasan resmi, dugaan ketidakterbukaan dalam proyek SMA 2 Pangkep dikhawatirkan hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.

 

Sukma Paramita

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

15 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

16 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

17 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

19 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago