Himbauan Walikota dan Muspida Kota Probolinggo Tidak Dipatuhi Pedagang dan Pembeli, Akhirnya Pasar Sapi Wonoasih Ditutup
Himbauan Walikota dan Muspida Kota Probolinggo Tidak Dipatuhi Pedagang dan Pembeli, Akhirnya Pasar Sapi Wonoasih Ditutup

Himbauan Walikota dan Muspida Kota Probolinggo Tidak Dipatuhi Pedagang dan Pembeli, Akhirnya Pasar Sapi Wonoasih Ditutup

eportal.id, Probolinggo – Takut menjadi kluster baru penyebaran Virus corona atau covid-19 di Kota Probolinggo, ditambah banyak pelanggaran oleh pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker dan cuci tangan di wastafel jumbo yang telah disediakan di pintu masuk dan keluar pasar, akhirnya pasar sapi Wonoasih ditutup secara resmi oleh Pemerintah Kota Probolinggo.

Penutupan dilakukan untuk pelaksaan sosial distancing dan physical distancing guna memutus rantai penyebaran Virus covid-19. Dan mengantisipasi meningkatnya jumlah penderita, pasien terpapar Virus covid-19 di Kota Probolinggo.

Penutupan dilakukan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemerintah Kota Probolinggo, Camat Wonoasih dan Muspika Wonoasih, pasar yang hanya buka hari Sabtu dan Selasa resmi ditutup mulai hari ini hingga batas yang belum bisa ditentukan. Selasa (5/5/2020) sore.

Baca Juga:  TNI-Polri Aktif Laksanakan Pam Posko Check Point Covid-19

Sudiman, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemerintah Kota Probolinggo, menuturkan pihaknya akan melaksanakan sosial distancing dan physical distancing atau jaga jarak sosial saat berinteraksi dengan masyarakat guna memutus rantai penyebaran virus Corona, ditambah tidak dipatuhi anjuran Walikota Probolinggo oleh pedagang dan pembeli saat melakukan aktifitas jual beli sapi.

“Selain tidak diindahkan perintah Walikota dan Muspida Kota Probolinggo oleh pedagang maupun pembeli saat melakukan aktifitas jual beli di Pasar Hewan Wonoasih, juga kita melaksanakan sosial dan physical distancing, untuk memutus rantai penyebaran Virus covid- 19”, ujar Sudiman saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Juga dikatakan Deus Nawandi, Camat Wonoasih, dikhawatirkan banyak pedagang maupun pembeli yang datang banyak dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan dari Kota/ Kabupaten di Jawa Timur yang sudah masuk daftar zona merah, dan bisa menjadi kluster Corona baru di Kota Probolinggo nantinya jika Pasar Hewan Wonoasih tidak segera ditutup.

Baca Juga:  Kejari Lotim Berikan Bantuan APD Ke FWMO Lotim

“Banyaknya pedagang dan pembeli datang ke Pasar Hewan Wonoasih, dari Provinsi Jabar, Jateng, Jakarta, dan Kota/ Kabupaten di Jawa Timur, dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran Virus Corona nantinya”, jelas Deus saat dikonfirmasi.

Berikut ini video himbauan Walikota Probolinggo tidak dipatuhi pedagang dan pembeli, akhirnya Pasar Sapi Wonoasih ditutup:

(Risty)

Kunjungi Juga

Selama Januari Ada 21 Kasus DBD di Probolinggo 2 Orang Meninggal Dunia. (Ilustrasi istimewa)

Selama Januari Ada 21 Kasus DBD di Probolinggo 2 Orang Meninggal Dunia

Probolinggo – Musim penghujan, selama sebulan ini jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten …

Walikota Probolinggo Terjunkan Tim SRU dari BPBD Kota Probolinggo Cari Warganya Hilang Jatuh Ke Laut

Walikota Probolinggo Terjunkan Tim SRU Cari Nelayan Hilang Jatuh Ke Laut

Probolinggo – ABK Kapal Motor Nelayan Anugerah Jaya 1, jatuh ke laut saat mencari ikan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *