Banyumas – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas sejak Rabu (10/09/2025) hingga Kamis (11/09/2015) dini hari menyebabkan sejumlah bencana alam. Tanah longsor terjadi di beberapa kecamatan dan menimpa rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah yang labil pada musim hujan.
Salah satu longsor terjadi di Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen. Rumah milik Hendrik Pribadi rusak parah setelah dihantam longsoran tanah bercampur batu pada Rabu malam. Material longsor merobohkan tembok dan genteng hingga menimpa dapur serta kamar belakang tempat Hendrik dan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 1 SD sedang tertidur lelap.
Beruntung keduanya selamat, meski bagian belakang rumah mengalami kerusakan berat dan tertimbun material longsor. Warga setempat bergotong royong membersihkan sisa tanah dan bangunan yang roboh, sekaligus menutup bagian rumah dengan terpal sebagai upaya darurat untuk mengantisipasi longsor susulan.
Hendrik menuturkan, hujan deras sejak pagi hingga malam membuat talut di samping rumahnya longsor sekitar pukul 21.00 WIB. “Saat itu saya dan anak saya sedang tidur di kamar belakang. Tiba-tiba tembok dan genteng roboh menimpa kamar, tapi saya segera menyelamatkan anak saya ke tempat aman. Untuk sementara warga membantu kerja bakti, menutup dengan terpal, tapi kami khawatir longsor susulan karena kondisi tanah masih labil,” ujarnya.
Kepala Desa Banjaranyar, Robi Wibowo, mengatakan sejak kejadian pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD, aparat keamanan, relawan, dan warga untuk melakukan penanganan awal. “Kami imbau masyarakat tetap waspada karena kondisi tanah labil di musim hujan ini, terutama saat hujan turun terus-menerus pada malam hari,” terangnya.
Sementara itu, data BPBD Banyumas mencatat longsor dan banjir luapan terjadi di sedikitnya empat zona wilayah, meliputi Gumelar, Rawalo, Kebasen, Cilongok, hingga Kecamatan Ajibarang. Selain menimpa rumah warga, longsor juga merusak akses jalan dan jembatan.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Banyumas hingga kini terus memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Ronwasna dan menyiagakan tim untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…