Inovasi Sumpah Beruang Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2022

Inovasi Sumpah Beruang Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2022
Inovasi Sumpah Beruang Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2022

Banyumas – Inovasi Sumpah Beruang (Sulap Sampah Berubah Uang) yang diprakarsai oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein ditetapkan sebagai Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2022.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Abdullah Azwar Anas kepada Bupati Banyumas yang diwakili oleh Inspektur Banyumas, Drs Nugroho Purwoadi, MM dalam acara Penganugerahan Bersama Pelayanan Publik dan Reformasi Birokasi di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Selasa (06/12/2022).

Bacaan Lainnya

Sumpah Beruang singkatan dari sulap sampah berubah uang. Inovatornya diprakarsai langsung Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein. Setelah masuk Top 99, akan kembali dinilai tim Kemempan RB, Jumat 1 Juli 2022 dan kini masuk Top 45.

Nugroho mengatakan, inovasi “Sumpah Beruang”, diciptakan terinpirasi permasalahan sampah sejak tahun 2018 lalu. Sampah menjadi masalah serius yang harus diatasi.

Sementara itu, Bupati Husein, yang juga Kader PDI Perjuangan Banyumas menyebut, Banyumas pernah darurat sampah setelah warga memboikot larangan membuang sampah di TPA Kaliori, Kec. Kalibagor. Sampah banyak menumpuk di tepi-tepi jalan, terutama di perkotaan yang menimbulkan bau tidak sedap dan rawan penyakit.

“Atas kondisi tersebut, maka sejak saat itu, strategi pengolahan sampah diubah dalam bentuk unit-unit pengelola sampah yang tersebar di sejumlah wilayah. Unit-unit tersebut diberi nama, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Dalam hal ini, masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan sampah model ini melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),” ungkapnya.

Harapannya, masalah sampah selesai di lingkup wilayah masing-masing melalui pemberdayaan masyarakat. Saat ini sudah ada 25 TPST yang mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA secara signifikan. Pemkab Banyumas juga melakukan trobosan dengan menjalankan beberapa program penanganan sampah. (KUS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *