Jejak Pendaratan Alien, Bakal Ada di Ngantang Malang

MALANG – Alien, identik diasumsikan makhluk yang hidup diluar bumi, dan UFO (Unidentified Flying Object / benda terbang aneh) menjadi pendamping setia keberadaan alien. Pro kontra seputar eksistensi alien, hingga kini masih diperdebatkan, ada yang percaya, dan ada yang tidak percaya.
Bagi Suwondo, pemerhati UFO, mempercayai keberadaan makhluk hidup selain manusia, tapi tempatnya bukan di bumi, melainkan di planet lain, entah masih dalam teritorial tata surya, galaksi bima sakti atau galaksi lain.
Menurutnya, UFO adalah pesawat luar angkasa buatan makhluk cerdas atau umum disebut alien. Pendapat itu didasari kemampuan pesawat yang bisa menjelajah antar planet, bintang bahkan galaksi, dan tidak mustahil, suatu saat manusia di bumi bisa melakukannya.
Pendaratan UFO sendiri, sering dikaitkan dengan keberadaan “crop circle”, yaitu suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area tanaman, sering kali hanya dalam waktu semalam. Pola itu ada yang diasumsikan menyimpan informasi atau komunikasi dengan manusia di bumi, dan ada yang diasumsikan hanya jejak pendaratan pesawat.
Namun, seiring perkembangan masa, dan diketahui banyak crop circle yang sengaja dibuat manusia untuk sekedar “prank” maupun seni, pola crop circle bertransformasi. Dari pola serba multi tafsir, hingga pola yang mengusung suatu genre tertentu.
Yuni, Manager Ngantang Park, melakukan evolusi wisata ditempat ia bekerja, dengan menyasar eksistensi crop circle yang dulunya identik dengan keberadaan UFO. Tetapi, crop circle yang bakal dibuatnya pertengahan bulan April mendatang, tidak asal-asalan membuat.
“Crop circle memiliki seni yang berhubungan erat dengan penataan tanaman. Warna tanaman harus ditata dengan pola yang jelas arahnya. Awalnya memang rumit, tapi kalau pola tanaman sudah berusia lebih 3 bulan, perawatannya lebih mudah”.
Yuni memilih pola yang mengandung makna, dan makna itu bisa dicerna generasi milenia yang berkunjung di Ngantang Park. Polanya didesain secara sederhana, tapi jelas artinya, dan bisa menjadi objek spot selfi.
“Kita membuat polanya jelas, mudah dimengerti. Kita fokusnya ke generasi milenia, jadi polanya dia bisa tahu maksudnya. Lokasinya kita buat senyaman mungkin, agar mereka bisa menikmati sepuasnya”.
Dijelaskan Yuni, blue print crop circle yang dibuatnya, mengarah pada 8 arah mata angin atau penjuru. Warna tanaman menjadi fokus utama memilih dengan tepat, dan kontras dengan kondisi disekitarnya.
“Pola crop circle yang kita buat ini penggabungan antara filosofi Jawa dengan Yunani. Warna crop circle menjadi ciri khas filosofi keduanya. Pemilihan jenis tanaman, jelas kita pilih berdasarkan background filosofi itu”.
Ngantang Park sendiri berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dan lokasi taman wisata ini luasnya mencapai 1,7 hektar. Di tempat ini, berbagai fasilitas hiburan maupun liburan keluarga tersedia, dan memiliki areal parkir yang memadai. (dodik)

Kunjungi Juga

Wanita Paruh Baya Tewas Posisi Duduk Dikursi Waralaba Di Kota Probolinggo, Hebohkan Warga

Probolinggo – Pengguna jalan lingkar selatan Kota Probolinggo, dihebohkan penemuan mayat seorang perempuan tewas dengan …

Satpol PP Kota Probolinggo Razia Pekat Sambut Ramadhan, Amankan 7 PSK, 4 Waria dan 23 Pemuda Mabuk

Probolinggo – Jelang bulan suci Ramadan, Satpol PP Kota Probolinggo, gelar razia penyakit masyarakat, hasilnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *