Jelang Libur Nataru Antisipasi Kemacetan Jalan, Satlantas Polres Probolinggo Kota Tilang Truk Dan Bus Masuk Jalan Protokol

Probolinggo – Antisipasi kemacetan jelang libur natal dan tahun baru 2022, Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota tertibkan truk besar dan bus masuk jalan raya pantura protokol di Kota Probolinggo. Selasa (13/12/2021).

Hasilnya, petugas Opsnal Satlantas Polres Probolinggo Kota, tilang ratusan pelanggar sopir truk yang nekat melanggar rambu lalu lintas larangan masuk ke jalan masuk dalam Kota Probolinggo.

Kegiatan dilakukan, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan pantura Kota Probolinggo menuju Bali dan sebaliknya Kota Probolinggo menuju Malang dan Surabaya.

Tindakan tilang dilakukan petugas sabuk putih, Hasilnya, sejak Bulan November dan awal Desember 2021 saja, petugas Opsnal Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota, menindak dengan cara menilang sebanyak 3520 lembar, dengan rincian 5 tilang kendaraan bus, 363 kendaraan truk, 87 kendaran pickup, 78 kendaraan roda 4 dan kendaraan roda 2 sebanyak 2987 lembar tilang.

Total jumlah tindak pelanggaran Lantas di Kota Probolinggo, per tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 7 Desember 2021, berjumlah 7.377 pelanggar tindak tilang 3.586 pelanggar dan Teguran : 3.794 pelanggar.

AKP Roni Faslah, mengatakan menertibkan truk besar dan bus untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di jalur pantura Kota Probolinggo, jelang libur Nataru, dihimbau pengemudi untuk tidak melanggar rambu – rambu lalu lintas, dan dilarang melintas di jalan Protokol Kota Probolinggo.

“Sopir truk dan bus sebaiknya melintas di jalur yang sudah ditentukan, di jalan linggkar utara dan jalul lingkar selatan, dilarang masuk jalan raya dalam kota, jika melanggar kita akan tindak, kalau baru melakukan pelanggaran akan kami beri teguran, sebelum melakukan tindakan berupa tilang, penertiban dilakukan antisipasi libur natal dan tahun baru” tegas AKP Roni, saat dikonfirmasi.

Salah satu sopir truk, Habi Hasbullah (45), warga Banyuwangi, kena tilang petugas karena nekat masuk jalan raya dalam Kota Probolinggo, mengaku nekat masuk dan melanggar rambu – rambu larangan, karena ingin cepat sampai tujuan, dan mengaku bersalah.

“Nekat melanggar rambu – rambu lalu lintas masuk jalan raya protokol Kota Probolinggo, selain ingin cepat, juga jalan lingkar utara banyak lobang dan gelap, ditilang karena saya salah” ujar Habi.

Penindakan penertiban jalan raya protokol dilarang dilintasi truk besar dan bus, seperti di jalan raya Soekarno Hatta, jalan raya Panglima Sudirman, Jalan Panjaitan, jalan Pahlawan, kami himbau untuk pengemudi truk atau bus jangan melanggar jika tidak ingin kami tindak dengan surat tilang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *