Keluarga Makan di Pinggir Tol Cipali, Panen Hujatan Warganet. (foto: mediabumn.com)
Keluarga Makan di Pinggir Tol Cipali, Panen Hujatan Warganet. (foto: mediabumn.com)

Keluarga Makan di Pinggir Tol Cipali, Panen Hujatan Warganet

eportal.id, CirebonSekelompok orang yang diduga keluarga tampak makan di pinggir jalan tol Cipale. Kejadian ini direkam oleh polisi yang bertugas.

Dua polisi yang memakai mobil Patroli Jalan Raya (PJR) menegur keluarga tersebut. Salah satunya merekam tingkah bapak, ibu dan anak yang asik makan di pinggir jalan tol ini.

Videonya kemudian viral di media sosial dan menjadi perbincangan warganet. Seperti dalam postingan akun Twitter @mangkuthinks, Minggu (2/8/2020).

Dalam video berdurasi 28 tersebut, terlihat ibu-ibu yang sedang membereskan makan yang dibawa.

Mereka duduk lesehan di atas aspal. Keluarga tersebut duduk makan di pinggir jalan di depan mobilnya.

Tampak panci dan wadah berisi sayur serta makanan lain diletakkan begitu saja di atas aspal. Mereka memakai kertas minyak sebagai piring untuk alas makan.

Polisi lantas menegur keluarga tersebut dan meminta mereka segera membereskan makanannya.

“Sok buk, diangkat buk ya, makannya di rest area atau di tempat yang aman,”ujar polisi yang merekam video.

Seorang bapak kemudian merapikan makanannya. Dua ibu-ibu berkerudung terlihat menutup panci dan menutup wadah lauk.

Seorang ibu lain tampak mencuci tangan memakai air mineral botol.

Petugas polisi menambahkan, “Bukan enggak boleh makannya, tapi tempatnya yang dilarang. Ini sangat rawan, Cipali.”

Teguran polisi itu juga bermaksud untuk menghindari kecelakaan dan mengganggu kendaraan lain yang melintas di jalan tol Cipali.

“Takutnya ada yang ngantuk (kecelakaan–red),”kata polisi.

Rekaman ini memancing warganet untuk berkomentar. Mereka pun ikut menyayangkan kelakuan keluarga yang makan di pinggir jalan tol.

“Anyway untung banget ini diingetin..kalau gak salah ada denda atau hukum kurungan soal penggunaan jalan tol yang tidak sesuai,”kata @karasu*****.

“Sampai bawa-bawa panci dong, mungkin ini yang dinamakan ‘makan dijalan’,”ujar @afz***.

Untuk diketahui, penggunaan bahu jalan tol hanya boleh dilintasi dalam keadaan darurat oleh sejumlah petugas dalam melayani masyarakat. Seperti petugas polisi, ambulans atau bina marga.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pada Pasal 41 Ayat 2, berikut ini aturan penggunaan bauh jalan tol.

Berikut ini video keluarga makan di pinggir tol Cipali:

View this post on Instagram

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah video viral di media sosial saat satu keluarga istirahat dan makan di pinggir jalan tolCipali. Aksi ini, langsung saja mendapat teguran dan dibubarkan oleh pihak kepolisian karena sangat berbahaya karena jalur bebas hambatan tersebut tengah dalam kondisi ramai lancar. Video yang diunggah oleh akun instagram @agoez_bandz4 keluarga ini memarkir kendaraannya, dan tanpa pikir panjang langsung membuka bekal makanan yang dibawa dan makan sekeluarga di pinggir jalan. "Nggak kebayang kalo ada truk blong," tulis sang pemilik akun sebagai captionvideo yang diunggahnya tersebut, Minggu (2/8/2020). Dalam video tersebut juga ada salah satu keluarga yang menyatakan, apakah tidak boleh hanya sekedar makan sebentar. Dan polisi menyebutkan bukan tidak boleh makan, tapi tempat yang digunakannya yang jadi masalah karena berbahaya. "Makannya di rest area atau tempat yang aman. Bukan tidak boleh makannya, tapi tempatnya yang dilarang. ini sangat rawan Cipali, takutnya ada yang ngantuk," jawab polisi dalam video tersebut. Artikel : liputan6.com @eportal.id @bataviainfo

A post shared by Eportal.id (@eportal.id) on

(suara.com)

Kunjungi Juga

Bendera Merah Putih Robek dan Lusuh, Danramil Amuk Kepala Desa. (ilustrasi istimewa)

Heboh, Empat Ibu Gunting Bendera Merah Putih di Sumedang

eportal.id, Sumedang – Video aksi empat ibu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merusak bendera Merah …

Ultah ke 42 FKPPI Probolinggo Bagikan Sembako Ke Kaum Dhuafa Dan Abang Becak

Probolinggo – Di Ultahnya ke 42 tahun, Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) Probolinggo, bagikan 300 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *