Ketahuan Pesta Miras Saat Lockdown, Wali Kota Pura-pura Mati Saat Ditangkap. (istimewa)
Ketahuan Pesta Miras Saat Lockdown, Wali Kota Pura-pura Mati Saat Ditangkap. (istimewa)

Ketahuan Pesta Miras Saat Lockdown, Wali Kota Pura-pura Mati Saat Ditangkap

eportal.id, Jakarta – Wali Kota Tantara, salah satu kota di Peru berpura-pura mati setelah dia ditangkap polisi dan telah melanggar aturan karena pesta miras saat lockdown.

Bahkan sang Wali Kota tersebut juga nekat mengadakan pesta minuman keras bersama teman-temannya.

Dalam foto yang beredar, Wali Kota Tantara yang bernama Jaime Rolando Urbina Torres digambarkan terbaring di dalam peti mati terbuka mengenakan masker.

Jaime Rolando Urbina Torres mencoba mengelabui petugas kepolisian setempat saat akan ditangkap karena melanggar aturan lockdown virus corona atau Covid-19.

Dilaporkan Daily Mail, dia didatangi petugas yang datang untuk menangkapnya pada Senin malam di kota Tantará, di selatan Peru. Saat akan ditangkap Torres langsung berbaring di dalam peti mati terbuka dengan mengenakan masker. 

Pihak kepolisian setempat menyampaikan Torres telah melanggar jam malam dan tidak menjaga jarak saat petas minuman keras dengan teman-temannya. Ia juga saat itu sedang mabuk ketika ditangkap.

Belum diketahui secara pasti dimana sang wali kota dan teman-temannya sedang minum. Sebagai wali kota, Torres juga sempat dituduh oleh penduduk karena tidak menanggapi ancaman Covid-19 dengan serius, dan gagal menerapkan tindakan pencegahan keselamatan di kotanya. 

Pernyataan Torres juga sudah berulang kali dibantah oleh pejabatnya sendiri ketika dia memberikan alasan, karena gagal membuka tempat karantina Covid-19 darurat.

Walikota yang pesta miras saat lockdown ini juga dituduh gagal melakukan pemeriksaan keamanan yang tepat untuk memastikan orang-orang dari luar kota tidak bisa masuk.

Benua Amerika sendiri saat ini memang telah menjadi episentrum pandemi Covid-19. Di sejumlah negara kematian meningkat lebih cepat daripada wilayah lainnya.

Eropa masih memiliki angka kematian terbanyak di kawasan manapun dengan lebih dari 169.000 kasus, tetapi kematian di Amerika meningkat lebih cepat.

Peru telah mencatat total 104.020 kasus dan 3.024 kematian. Peru termasuk di antara empat negara teratas dengan angka kematian yang meningkat secara pesat. 

Secara total, sekarang ada lebih dari 5 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia, setelah WHO melaporkan peningkatan harian terbesar pandemi pada hari Rabu yaitu 106.000 kasus positif.

Sementara di Indonesia, sesuai data yang dilansir oleh Gugus Tugas Penangan Covid-19 melalui website resmi covid19.go.id pada Minggu (24/5/2020), jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 22.271, pasien sembuh sebanyak 5.402, sedangkan pasien meninggal sebanyak 1.372 orang. (rnd)

Kunjungi Juga

Babinsa Berikan Sosialisasi Covid-19 dan Bagikan Masker Gratis

Babinsa Berikan Sosialisasi Covid-19 dan Bagikan Masker Gratis

eportal.id, Probolinggo – Sebagai upaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di pedesaan, Bintara …

Peltu Sugiantoro Babinsa Pohsangit Leres Kawal Penyaluran BLT - DD

Peltu Sugiantoro Babinsa Pohsangit Leres Kawal Penyaluran BLT-DD

eportal.id, Probolinggo – Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, telah mencairkan dana Bansos mengunakan Dana Desa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *