Kiat Sukses Peternak Sapi Pedhet, Hasilkan Jutaan Rupiah
Kiat Sukses Peternak Sapi Pedhet, Hasilkan Jutaan Rupiah

Kiat Sukses Peternak Sapi Pedhet, Hasilkan Jutaan Rupiah

eportal.id, Malang – Amir, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, sudah lebih dari 10 tahun mencukupi kebutuhan dapur rumah tangganya dengan beternak sapi pedhet.

Berikut ini kiat sukses peternak sapi pedhet yang dilakukan oleh peternak di Malang.

Amir menyampaikan kiat suksesnya kepada peternak dimanapun asalnya, terutama sapi pedhet. Menurutnya, beternak sapi pedhet butuh keberanian, dan kegagalan ada batasnya.

“Yang dibutuhkan keberanian, tanpa keberanian kita sulit berkembang. Kalau ada kegagalan, itu wajar, yang penting terus berusaha. Gagal itu ada batasnya, kalau sudah gagal berkali-kali pasti nanti ada berhasilnya,” ujarnya, Sabtu (18/4/2020).

Saat ini, ia sudah memiliki 50 ekor sapi pedhet, dengan rincian 14 ekor berusia 1 bulan, 8 ekor berusia 2 bulan, 10 ekor berusia 3 bulan, 6 ekor berusia 4 bulan, dan 12 ekor berusia 5 bulan atau siap jual ke pasaran.

Baca Juga:  Para Babinsapun Masih Banyak yang Jago Tembak

“Merawat pedhet perlu perhatian khusus, kapan waktunya membersihkan kandang, kapan memberi makan minum. Kalau ada gejala sakit, harus segera diobati atau disuntik,” kata Amir.

Luas lahan yang digunakan harus sesuai jumlah sapi pedhet yang dimiliki. Kalau lahan sempit, jumlah sapi pedhet banyak, akan menimbulkan masalah.

Dijelaskan Amir, idealnya per 1 ekor sapi pedhet, ditempatkan di lahan seluas 6 meter persegi. Ia sendiri memiliki 50 ekor sapi pedhet, yang ditempatkan di lahan seluas 300 meter persegi.

Penempatan pakan ternak, rumput dan susu, harus kering alias tidak lembab. Sedangkan obat-obatan khusus ternak, harus diletakkan di tempat yang benar-benar kering.

Setiap kandang atau kelompok usia, harus dibersihkan setiap hari, agar kotoran sapi pedhet tidak mengganggu, baik sapi pedhetnya maupun peternaknya.

Baca Juga:  RSUD Dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo Datangkan Alat Terapi Averesis Untuk Pasien Kritis Covid-19

Kemiringan dan kedalaman saluran pembuangan kotoran harus standard, demikian juga permukaan tanah, sehingga kotoran mudah dengan terbawa air yang disemprotkan.

“Saya memulai beternak ini, dulunya cuma 2 ekor, terus berkembang, sekarang sudah 50 ekor. Kalau ada sapi pedhet yang mati, jangan mundur, terus maju. Dimana-mana yang namanya beternak, pasti suatu saat ada yang mati, termasuk sapi pedhet,” jelas Amir.

Ia juga menghimbau, agar lebih berhati-hati ketika musim hujan, karena sapi pedhet rawan terkena penyakit. Dibutuhkan perhatian lebih saat itu, seperti mencermati tiap ekornya, baik ketika pagi hari maupun malam hari. (dodik)

”Kiat Sukses Peternak Sapi Pedhet, Hasilkan Jutaan Rupiah”

Kunjungi Juga

Pemerintah Kota Probolinggo Bantu Stimulus Ratusan Pedagang Pasar Sabtu – Minggu (Tugu) Dampak Pandemi COVID- 19

Probolinggo – Dampak pemberlakuan PPKM Darurat selama 18 hari, dilanjutkan dengan PPKM Level 4 sampai …

Percepat Warga Ter Vaksin, 21 Polsek Di Probolinggo Dijadikan Gerai Vaksinasi

Probolinggo – Terus bertambahnya warga terpapar COVID- 19 di Kabupaten Probolinggo, 21 polsek dibawah naungan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *