KKN Back To Village 3: Usaha Bangkit Dari Keterpurukan Pandemi COVID- 19 Dengan Sistem Manajemen Akun E-Commerce

Probolinggo – Sejak Pandemi COVID- 19 melanda dunia, khususnya di Indonesia banyak sektor-sektor yang mengalami dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif dari adanya bencana non alam ini, yaitu berkurangnya polusi udara, sejak pemerintah memberlakukan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4. Sabtu (28/8/2021).
Namun dampak negatifnya juga sangat berpengaruh terhadap beberapa sektor perekonomian dikalangan masyarakat. Terlebih dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) otomatis memaksa masyarakat untuk mengurangi interaksi dan mobilitas di luar rumah. Hal ini membuat kegiatan jual beli dan kegiatan semua usaha menurun drastis, sehingga memiliki dampak yang besar terhadap para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).
Salah satu usaha yang terdampak adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik Eko Budi Prasetyo yaitu Kedai Coffee yang berlokasi di Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Usaha yang digeluti tersebut mengalami penurunan yang cukup drastis diperkirakan pemasukan hasil usahanya mencapai 80%. Eko mengaku sangat sulit untuk memasarkan produk di tengah-tengah pandemi Corona seperti ini, karena banyak orang lebih memilih di rumah saja dan penjualan online juga tidak seramai sebelum adanya COVID- 19.
Untuk menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat, Universitas Jember ( unej.ac.id) sebagai salah satu perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan KKN Back To Village 3. Yang mana kegiatan tersebut mendorong mahasiswa untuk kembali ke tempat asalnya masing-masing untuk melihat langsung kehidupan dimasa pandemi COVID- 19, serta mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya, guna membantu permasalahan di tengah masyarakat.
Intan Firamida sebagai mahasiswa yang berasal dari Kota Probolinggo, tergerak untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh Eko Budi Prasetyo, pemilik Kedai Coffee. Intan dengan didampingi oleh Ns. Akhmad Zainur Ridla, MAdvN. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. melakukan pendampingan dengan cara memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang pentingnya media sosial sebagai salah satu platform marketing. Selain itu, pengenalan fitur dan pembuatan akun E-Commerce sangat penting, sehingga Intan juga melakukan pelatihan terhadap mitra usaha yang bagaimana cara memasarkan produk melalui E-Commerce Shopee.
Eko Budi Prasetyo, mengatakan dengan adanya mahasiswa UNEJ yang melakukan KKN dan memberikan ilmu untuk memasarkan barang usahanya dengan berbagai teknik, mulai dari teknik pemasaran manual maupun elektrik atau biasa saat ini dengan sebutan via online di berbagai Medsos (Media Sosial), ilmu yang didapat dari mahasiswa UNEJ, Intan Firamida, akan kita coba lakukan untuk memperbaiki perekonomian dampak dari pandemi Corona ini, terima kasih ilmu yang diberikan terhadap kami.
“Sangat beruntung dengan bimbingan dan pendampingan yang diberikan mahasiswa UNEJ ini, dan memberikan ilmu trik dan sistem penjualan usahanya, baik menjual secara manual dan tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan 5M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Mengurangi Mobilitas dan Menjauhi Kerumunan), dan sistim online ilmu yang diberikan, akan kami terapkan, agar usahanya bisa bangkit kembali dari keterpurukan pandemi COVID- 19” ujar Eko, saat ditemui.
Intan Firamida, setelah turun langsung giat KKN Back To Village 3, memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang pentingnya media sosial sebagai salah satu platform marketing, Selain itu pengenalan fitur dan pembuatan akun E-Commerce, teryata dampak bencana non alam, banyak dirasakan masyarakat di Kota Probolinggo, salah satunya usaha Mamin (Makanan dan Minuman) milik Eko Budi Prasetyo, usahanya hampir mengalami keterpurukan dan mendekati ambang kebangkrutan, kita teliti dan kita beri pelatihan untuk bangkit usahanya dengan pelatihan, semoga dengan pembelajaran, usaha Kedai Coffeenya, bisa kembali normal, dan kami himbau ilmu yang diberikan bisa ditularkan ke teman usaha lainnya.
“Dengan program KKN Back To Village 3, memberi edukasi pelatihan dan penyuluhan, dengan program IT, dengan membuat akun E- Commerce, baik akun pribadi dan melalui media sosial, agar usaha di bidang makanan dan minuman yang dimiliki Eko ini, bisa mempromosikan barangnya, dan bisa dijual bukan hanya di Kota Probolinggo, dan bisa di jual ke kota dan kabupaten tetangga, semoga ilmu sistem penjualan bisa kembali meningkatkan hasil usahnya setelah diterjang bencana non alam atau setelah adanya penyebaran COVID- 19, tetap patuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus mematikan ini bisa segera selesai” himbaunnya.
Harapannya dengan diberikan pelatihan tersebut, maka mitra akan mampu memasarkan produknya melalui media sosial maupun E-Commerce, yang nantinya dapat memudahkan produk dalam pemasarannya serta mengenalkan produk tersebut kepada khalayak umum. Dan dapat meningkatkan penghasilan di tengah pandemi Corona seperti ini.
Dan jangan lupa yuk budayakan sehat dan berdoa agar pandemi COVID- 19, segera selesai, dan kembali hidup normal seperti sedia kala.

Kunjungi Juga

Ratusan Pemulung dan Tuna Wisma Divaksin Di TPA Oleh Anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota

Probolinggo – Ratusan pemulung, tuna wisma dan warga sekitar TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dilakukan vaksin …

Antisipasi Tindak Pidana Korupsi Pemkot Probolinggo Bersama KPK Gelar Rapat Koordinasi Monitoring Dan Evaluasi

Probolinggo – Antisipasi melanggar tindak pidana korupsi dan grativiikasi Pemerintah Kota Probolinggo bersama Komisi Pemberantasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *