Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Demo Tuntut Kepala Desa Mundur 

Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Demo Tuntut Kepala Desa Mundur 
Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Demo Tuntut Kepala Desa Mundur 
Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Demo Tuntut Kepala Desa Mundur

Banyumas – Ratusan warga bersama perangkat serta lembaga desa Klapagading Kulon, kecamatan Wangon kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berunjuk rasa pada Jumat (24/11/2023) siang.

Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban kepala desa Karsono atas dugaan penyelewengan dana desa untuk mundur.

Aksi long march dari pusat desa menuju balai desa Klapagading Kulon mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisan.

Bacaan Lainnya

Mereka berorasi sambil membawa poster bertuliskan tuntutan warga terkait penyelewengan dan pelanggaran hukum yang terus terjadi dari tahun ke tahun.

Perrwakilan massa diterima dan masuk aula untuk dilakukan mediasi bersama forkompica Wangon. Pertemuan tersebut sempat diwarnai ketegangan dan berlangsung alot, warga mendesak kepala desa membuat surat pernyataan pengunduran diri.

Salah satu perangkat desa Klapagading Kulon jaril menjelaskan, dugaan praktik penyelewengan dana desa dan PAD oleh kepala desa Karsono sudah tidak bisa ditoleransi.

Hari ini memutuskan menggelar aksi sebagai bentuk keprihatinan, dan menuntut agar kepala desa mundur dari jabatan.

“Tuntutan masyarakat kades untuk mundur. Alasanya warga sudah didzolimi dan tidak nyamannya terbukti kades banyak menyelewengkan dana desa dan PAD dan lainnya. Jika tuntutan tidak terealisasi massa gelar lebih banyak lagi”, kata Jaril Kasi Pemerintahan.

Sekretaris kecamatan Wangon Waluyo mengatakan, pemerintah kecamatan menerima aspirasi demonstran namun belum dapat mengambil langkah dan keputusan. Seluruh berkas akan dibawa ke kabupaten, karena yang berhak menurunkan dan menghentikan kepala desa adalah bupati.

“Inti ya tuntutan masyarakat sudah saya terima dan akan saya lanjutkan ke kabupaten. Pasalnya yang menghentikan dan menurunkan kades yang berwenang adalah bupati, seluruh berkas akan saya kirimkan ke kabupaten”, kata Waluyo sekcam Wangon. (Kus)

 

Pos terkait

Comment