Suroso, Ketua Panitia HUT RI ke-80 tingkat RT, menyebut pementasan teater ini lahir dari semangat kebersamaan warga. “Kami mengambil tema Ibu Pertiwi sebagai bukti kecintaan kepada tanah air. Para pemainnya dari masyarakat sendiri, terutama ibu-ibu PKK yang sehari-hari berjualan cilok, martabak, bakso, Cenil dan lain-lain. Awalnya malu-malu, tapi setelah latihan hampir sebulan, mereka berani tampil dengan penuh semangat,” ungkapnya.
Salah satu pemain, Endah Melani, mengaku awalnya tidak pernah membayangkan dirinya bisa bermain teater. “Saya sehari-hari hanya berjualan jajanan keliling. Waktu ditunjuk jadi pemeran orang Melayu, saya sempat bingung. Tak disangka, setelah latihan setiap hari, saya bisa juga, dan akhirnya bangga bisa memerankan tokoh ini,” ujarnya dengan senyum.
Pertunjukan teater ini pun berhasil mencuri perhatian ratusan warga dari luar RT 02 RW 09 Dusun Munggangsari Desa Lesmana. Indi Rastikasari, salah satu penonton, mengaku terharu dan kagum. “Baru kali ini di desa ada teater seperti ini. Rasanya sangat berkesan, menghibur, dan membanggakan karena pemainnya warga sendiri yang latar belakangnya adalah ibu – ibu Rumah tangga. Harapan saya tahun depan, pementasan teater serupa bisa lebih baik lagi,” katanya.
Hal senada juga diakui Teguh, salah satu warga Desa Lesmana yang hadir dalam pementasan, mengaku terkesan dengan penampilan para pemain. Ia menilai pertunjukan teater “Ibu Pertiwi” bukan hanya sebatas hiburan, tetapi sarat dengan pesan kebangsaan.
“Pertunjukan semalam luar biasa, betul-betul menunjukkan kreativitas yang tinggi. Saya sebagai warga tentu mendukung agar seni teater seperti ini terus berkembang, bahkan bisa sampai ke pelosok-pelosok desa. Karena bagi saya, mereka bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan yang mengajarkan kita untuk semakin cinta tanah air, cinta bangsa, dan mengingatkan bahwa NKRI adalah harga mati,” ungkap Tguh penuh semangat.
Bagi warga RT 02 RW 09, peringatan HUT RI kali ini terasa istimewa. Bukan sekadar lomba atau hiburan biasa, tetapi menjadi ruang ekspresi dan kebanggaan bersama. Pementasan Teater “Ibu Pertiwi” menjadi wujud nyata bagaimana semangat gotong royong mampu menghadirkan karya seni yang sarat makna, sekaligus menanamkan cinta tanah air dari lingkungan paling kecil: masyarakat desa.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…