Categories: Viral

Lewati Jalan Berlumpur, Warga Tandu Jenazah Sejauh 30 KM Lewati Jalan Berlumpur di Luwu Utara

Masamba – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan beberapa warga menggotong tandu jenazah di tengah kubangan lumpur.

Video ini pertama kali diunggah ke media sosial Instagram oleh akun daeng__becak ada Sabtu (1/1/22). Jenazah tersebut bernama Mama Lisu, warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Karena jalanan yang rusak dan becek terpaksa warga tandu jenazah dengan berjalan kaki sejauh 30 Km.

Mama Lisu dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Andi Djemma, Masamba, karena sakit. Namun, mobil angkutan jenazah yang mengantar hanya bisa sampai setengah jalan.

Kondisi jalan yang tidak beraspal dan berlumpur jenazah harus diturunkan di tengah jalan. Warga kemudian membantu menandu jenazah menggunakan bambu sambil berjalan kaki.

Jenazah kemudian dibungkus menggunakan terpal agar tidak terkena hujan. Sementara warga yang menggotong terpaksa menggunakan jas hujan plastik.

Jenazah dipikul mulai dari jalan yang rusak di Desa Embotana, Dusun Palanduan ke Desa Padang Balua. Karena tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jaraknya sekitar 30 Km.

Diketahui Seko merupakan salah satu kecamatan terpencil yang ada di Luwu Utara, sehingga selama ini akses ke Seko memang hanya bisa dilalui menggunakan ojek motor atau pesawat

Jika ingin berkunjung ke Masamba, ibukota Kabupaten Luwu Utara, warga harus merogoh kantong hingga Rp700 ribu.

Kejadian seperti ini di Luwu Utara bukanlah yang pertama kalinya. Hal tersebut membuat warganet mengecam pemerintah di media sosial karena hanya menjadikan Seko sebagai bahan kampanye saja jika ingin maju menjadi kepala daerah.

Namun tak sedikit yang memuji aksi warga di sana. Interaksi sosial dan gotong royong mereka dianggap sangat kuat. Masih mau membantu mengangkat jenazah sejauh 30 Km dengan berjalan kaki.

Berikut ini video warga tandu jenazah sejauh 30 KM di Luwu Utara:

Redaksi Eportal

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

15 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

16 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

17 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

19 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

1 hari ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

2 hari ago