Jakarta – Selama satu dekade terakhir, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat telah mengangkut 86.023 kontainer logistik ke seluruh pelosok Nusantara.
Untuk pengiriman logistik ini disebut menekan harga bahan pokok hingga 45 persen di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), terutama Indonesia bagian timur.
Menurut Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, kehadiran kapal logistik sejak penugasan pemerintah pada 2015 telah membawa dampak signifikan terhadap kestabilan harga di wilayah terpencil.
“Kami akan terus menjalankan penugasan kapal logistik untuk mengangkut peralatan pokok dan krusial. Yang ditugaskan pemerintah sejak 2015,” kata Andayani, dikutip Minggu (27/7/2025).
Untuk wilayah barat seperti Simeulue, Anambas, dan Natuna, harga komoditas seperti beras, gula, terigu, dan minyak goreng turun hingga 17 persen.
Di wilayah tengah seperti Nunukan, Sangihe, dan Sabu Raijua, penurunan mencapai 33 persen.
Sementara di kawasan timur seperti Seram Barat, Fakfak, hingga Kepulauan Tanimbar, harga melorot hingga 45 persen.
Hal itu dikarenakan keberangkatan dan ketibaan kapal logistik Pelni yang teragendakan dapat memberikan kepastian kepada pelaku usaha.
Sehingga dapat menahan kenaikan harga, apalagi menurunkannya.
“Hal ini tentunya dapat membantu perekonomian masyarakat, terutama masyarakat kepulauan tertinggal, terdepan, terluar. Yang merasakan peranan pemerintah dalam pemerataan ekonomi dengan penugasan kapal logistik Pelni ke wilayah mereka,” Katanya.
Selama 2025, Pelni mengoperasikan delapan trayek logistik dengan total 52 pelabuhan tujuan dan satu kapal cadangan.
Kapal-kapal ini mampu mengangkut 1.151 TEUs (twenty-foot equivalent units) sekali jalan.
Pada semester I-2025 saja, Pelni mencatat pengangkutan 5.849 TEUs, naik 102 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski dampak sosialnya besar, kontribusi sektor logistik terhadap pendapatan Pelni masih minim.
Dari keseluruhan pemasukan, hanya 20 persen yang berasal dari angkutan barang.
Sisanya, sebanyak 80 persen, masih didominasi oleh layanan penumpang.
Untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas logistik, Pelni akan menggelontorkan dana Rp700 miliar untuk pembelian dua kapal komersial dan lima kapal tongkang.
“Kami berharap sebagai operator ini bisa bermanfaat lebih optimal lagi bagi masyarakat. Dananya kurang lebih di Rp700 miliar,” ujarnya.
(Wahyuni adina putri)
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…