Luwu — Peringatan Hari Bela Negara yang jatuh pada 19 Desember kembali menjadi momentum refleksi kebangsaan bagi seluruh elemen bangsa. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang, semangat bela negara dinilai semakin relevan untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam momentum tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Luwu menegaskan posisinya sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang menyandang predikat Bela Negara, serta berkomitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap aktivitas kelembagaan.
LSM GMBI Distrik Luwu menyatakan bahwa bela negara tidak semata dimaknai dalam konteks pertahanan fisik atau militer, melainkan juga diwujudkan melalui peran sosial, pengawasan terhadap kebijakan publik, pendampingan masyarakat, serta keberanian menyuarakan keadilan dan kebenaran secara konstitusional.
Ketua LSM GMBI Distrik Luwu, Andi Wahab Nasir Sappo, menegaskan bahwa Hari Bela Negara harus dipahami sebagai panggilan moral bagi seluruh warga negara untuk mengambil peran sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.
“Hari Bela Negara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Membela negara adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Bagi LSM GMBI, semangat bela negara kami wujudkan melalui kerja-kerja nyata di tengah masyarakat, pendampingan terhadap warga yang membutuhkan keadilan, serta konsistensi dalam mengawal nilai-nilai Pancasila dan konstitusi,” ujar Andi Wahab Nasir Sappo.
Ia menambahkan, sebagai organisasi kemasyarakatan, LSM GMBI berupaya hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan negara, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil agar tetap terlindungi dalam koridor hukum yang berlaku.
“Kami tidak melawan negara dan tidak melawan hukum. Justru kami berkomitmen untuk melawan ketidakadilan, penyalahgunaan kewenangan, dan praktik-praktik yang merugikan rakyat, sebagai bagian dari tanggung jawab bela negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, LSM GMBI Distrik Luwu juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya potensi polarisasi dan konflik sosial. Menurut Andi Wahab, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi celah perpecahan yang mengancam keutuhan NKRI.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan kebangsaan dan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat rasa cinta tanah air.
Peringatan Hari Bela Negara tahun ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada aparatur negara atau institusi pertahanan, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat untuk bersatu, berdaulat, dan berkeadilan.
Melalui peringatan ini, LSM GMBI Distrik Luwu berharap semangat bela negara dapat terus hidup dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui tindakan kecil maupun peran strategis di ruang publik, demi terwujudnya Indonesia yang kuat, adil, dan bermartabat.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…