Pengecekan yang dilakukan Unit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo itu untuk memastikan tidak adanya kecurangan sekaligus bentuk perhatian terjadinya kendaraan yang mogok dan brebet.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo Aiptu Eka Wandha menegaskan, jika dalam pengecekan yang dilakukan di dua SPBU, pihaknya sama sekali tidak menemukan adanya campuran apapun.
“Jadi pengecekan dilakukan setelah adanya informasi dari beberapa bengkel di wilayah Kecamatan Kraksaan yang mana ada sejumlah kendaraan mogok dan brebet setelah diisi BBM jenis pertalite,” kata Aiptu Wandha.
“Oleh karena itu, kami mengecek SPBU dan ternyata tidak ada campuran apapun dan kami saksikan sendiri saat petugas SPBU mengecek kadar BBM dari tengki penyimpanan,” imbuhnya.
Saat pengecekan, lanjut Aiptu Wandha, alat ukur untuk pengecekan menunjukkan warna kuning yang mana menunjukkan jika kualitas BBM sama sekali murni seperti saat diterima dari pertamina.
“Kalau ada campuran, maka warna pasta air yang ada di alat ukur akan berbuah warna merah. Tapi tadi kami saksikan bersama, warnanya itu kuning. Kami juga sudah cek sampel BBM dan semua normal,” ujar Aiptu Wandha.
“Jadi kami pastikan, banyaknya informasi kendaraan mogok atau brebet itu bukan dari mengisi BBM di SPBU. Semua sampel hingga tengki sudah kami cek dan untuk informasi kendaraan mogok atau brebet kami akan telusuri lebih lanjut,” pungkasnya.
Sementara Pendamping SPBU Semampir Mokhammad Taufik menyebut, jika pihaknya tidak bisa memberi tanggapan apapun perihal informasi kendaraan mogok atau brebet setelah diisi pertalite.
“Karena dalam beberapa minggu terakhir, tidak ada kami menerima keluhan dari konsumen yang sepeda motornya brebet atau mogok setelah mengisi di SPBU kami,”tutur Taufik.
Sebab, menurut Taufik, saat penerimaan BBM dari pertamina, pihaknya selalu melakukan tindakan sesuai Standar Operasional (SOP) yang berlaku sebelum BBM dipindahkan ke tengki penyimpanan atau tengki penimbunan.
“Ada 14 langkah yang harus dilakukan sesuai SOP yang mana semuanya tergabung dalam 3 aspek, seperti memahami aspek safety, aspek quality quantity dan aspek administrasi. Semuanya kami lakukan saat penerimaan BBM dari pertamina,” ungkap Taufik.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…