Usai Runtuh akibat Gempa, Masjid Nurul Hikmah Jadi Ikon Baru Di Lombok Utara

Usai Runtuh akibat Gempa, Masjid Nurul Hikmah Jadi Ikon Baru Di Lombok Utara
Usai Runtuh akibat Gempa, Masjid Nurul Hikmah Jadi Ikon Baru Di Lombok Utara

Pembangunan Masjid Jami’ Nurul Hikmah menjadi bukti adanya kerukunan antar umat beragama yang terjalin dengan baik di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU). “Kalau melihat masjid ini, kami teringat bagaimana kondisi pascagempa 2018 lalu,” ujar pengurus Masjid Jami’ Nurul Hikmah Lalu Asnawi pada Lombok Post.

Masjid ini dibangun pada 2018 selama kurang lebih enam bulan. Menariknya, pembangunan ini tidak hanya dikerjakan umat muslim. Selama proses pembangunan hingga akhir juga ikut dibantu umat Hindu dan Buddha. Umat Hindu dan Buddha ini ikut bergotong royong membantu agar pembangunan masjid bisa segera diselesaikan. Bahkan mereka ikut menyumbang untuk masjid tersebut. Salah satunya dengan menanamkan sejumlah pohon kurma di halaman masjid. Pohon kurma tersebut kini tumbuh subur dan menambah keasrian bangunan masjid tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kerukunan antar umat beragama di sini memang sangat kuat. Banyak kegiatan kita yang juga dibantu umat Hindu dan Buddha,” bebernya. Akhirnya masjid Jami’ Nurul Hikmah pun tuntas dibangun pada 2019 lalu. Bangunannya yang megah terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan untuk beribadah yang di dalamnya full AC. Sedangkan lantai bawah menjadi tempat literasi budaya sekaligus aula bagi masyarakat. “Belum kunjung diresmikan karena langsung disambut Covid-19 setelah rampung pengerjaan,” sambungnya. Asnawi menuturkan, tak hanya megah bangunan masjid juga salah satu yang terkokoh di KLU. Dibangun dengan struktur tahan gempa oleh tim teknis Unram dan Dinas PUPR. Pascagempa lalu, masyarakat sekitar masih trauma dengan bangunan berlantai dua. Namun tim teknis berhasil meyakinkan masyarakat bahwa itu dibangun dengan perhitungan sangat matang.

“Alhamdulillah, tak hanya paten strukturnya, tapi juga menjadi sangat indah,” katanya. Masjid yang dibangun dengan anggaran Rp 6 miliar itu memiliki lahan parkir yang sangat luas. Tak hanya itu, bentuk bangunan dibuat Instagramable dan asri. Tak heran jika banyak pelancong yang singgah untuk beribadah maupun sekedar berswafoto. “Seperti Islamic Center di Mataram, Masjid Jami’ Nurul Hikmah ini menjadi ikon di Pemenang,” ucapnya.

Ke depannya, pengurus masjid akan menyediakan layanan untuk menambah kenyamanan. Salah satunya tempat ngopi gratis bagi orang-orang yang datang beribadah maupun sekedar singgah. ” Selain asri, kami juga sangat menjaga kebersihan masjid, terutama tempat wudhu maupun kamar kecilnya,” tandasnya.(bagas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *