Categories: News

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Lepas Dua Siswa SMK Muhammadiyah Majenang ke Jepang

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Lepas Dua Siswa SMK Muhammadiyah Majenang ke Jepang

Cilacap – Dua siswa SMK Muhammadiyah Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berhasil meraih kesempatan untuk bekerja di Jepang melalui program peningkatan kualitas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Keduanya adalah Unggul Jaya Leksono dan Sani Laila Agustin, yang termasuk dalam 200 siswa Indonesia yang berangkat ke Negeri Sakura.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Bupati Cilacap. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pengiriman lulusan SMK ke luar negeri merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

“Lulusan SMK diharapkan bisa langsung masuk dunia kerja, sebagian berwirausaha, dan sebagian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Karena itu kami terus kembangkan strategi link and match antara SMK dengan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Abdul Mu’ti.
Unggul Jaya Leksono mengaku bangga dilepas langsung oleh Mendikdasmen dan Bupati Cilacap. Sementara itu, Sani Laila Agustin berharap lebih banyak siswa SMK yang dapat meraih kesempatan serupa di masa mendatang.
Di Jepang, para siswa akan ditempatkan di berbagai sektor pekerjaan, mulai dari konstruksi, restoran, hingga rumah sakit. Unggul sendiri akan bekerja di bidang konstruksi, sementara siswa lainnya menyebar di sektor berbeda sesuai kebutuhan.
Selain melepas siswa, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan berupa laptop untuk MI Muhammadiyah di Cilacap. Bantuan yang berasal dari Yayasan Gerakan Beramal Baik tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh MI Muhammadiyah se-Cilacap. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Abdul Mu’ti kepada Ketua MKKS SD dan MI Muhammadiyah, bersamaan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru sekolah.
Abdul Mu’ti menegaskan, bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi digital. “Kami ingin SMK tidak hanya menjadi sekolah vokasi yang menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga pusat inovasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Kepala SMK Muhammadiyah Majenang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Menurutnya, kepercayaan ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas kerja sama internasional.

Kus Woro

Recent Posts

Syamsinar Tegas Tolak Pembangunan Tribun: Tidak Masuk Musrenbang, Prioritas Dipertanyakan

PANGKEP — Anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Syamsinar, menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan…

7 jam ago

Pemilik Lahan Geruduk Rumah Pompa Polder Kamal Muara, Tuntut Dinas SDA DKI Bayar Ganti Rugi Rp125 Miliar

Pemilik Lahan Geruduk Rumah Pompa Polder Kamal Muara, Tuntut Dinas SDA DKI Bayar Ganti Rugi…

1 hari ago

Kapolres Kepulauan Seribu Bersama Forkopimkab Laksanakan Kerja Bakti dan Penanaman Mangrove di Pulau Tidung Kecil

Kapolres Kepulauan Seribu Bersama Forkopimkab Laksanakan Kerja Bakti dan Penanaman Mangrove di Pulau Tidung Kecil…

1 hari ago

Fakta Radar dan Cuaca Terkuak di Kasus Tabrakan Kapal di Banten

Fakta Radar dan Cuaca Terkuak di Kasus Tabrakan Kapal di Banten Jakarta - Berbagai fakta…

1 hari ago

Polisi Tangkap Dua Pelaku Ranmor di Pademangan

Polisi Tangkap Dua Pelaku Ranmor di Pademangan Jakarta - Dua orang pelaku pencurian motor terekam…

1 hari ago

Eksepsi Tidak Diterima, Penasehat Hukum Tiga Terdakwa Nyatakan Keberatan atas Putusan Sela

Eksepsi Tidak Diterima, Penasehat Hukum Tiga Terdakwa Nyatakan Keberatan atas Putusan Sela Purwokerto — Majelis…

1 hari ago