Mengeluh Dapat Bansos Satu Liter Beras Ternyata Salah Paham, ini Klarifikasinya

eportal.id, Tangerang – Sebuah video yang memperlihatkan ibu-ibu di Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang viral di media sosial karena memprotes bantuan sosial yang diterimanya.

Dalam video tersebut, dua orang ibu mengeluh lantaran hanya menerima bantuan satu liter beras dan dua bungkus mie instan setelah menunggu bansos selama tiga bulan.

“Hanya ini yang dikasih selama nunggu tiga bulan. Mie dua, beras seliter,” kata Sari, ibu berdaster merah dalam video yang diunggah akun Banten Video, Sabtu (9/5/2020).

Sari mengaku bingung dengan bansos yang didapat, bila dimasak sehari langsung habis seminggu keesokan harinya dia bingung mau masak apalagi karena tidak bekerja dan tidak boleh pulang kampung.

“Kalau ini dimasak besok saya sakit karena besok enggak makan,” katanya.

Baca Juga:  Kurangi Beban Hidup Nasabah Dan Kaum Dhuafa, Koperasi Sumber Artha Bagikan Ratusan Paket Sembako

Dia juga menuturkan tentang janji Gubernur Banten yang akan memberi setiap KK sebanyak 10 liter beras. Namun, bantuan yang didapat tidak sesuai.

“Kalau dari atasan segini (jumlah bantuannya) saya terima. Tapi kalau sampainya begini saya tidak terima. Karena pemimpin Jokowi selalu yang terbaik buat rakyat,” tuturnya.

Namun apa yang menjadi keluhan ibu-ibu di Cimone ini dibantah oleh pemerintah Kota Tangerang, dan menganggap ada kesalahpahaman terkait bansos tersebut.

Melalui akun media sosialnya @tangerangkota, pemkot Tangerang mengunggah sebuah video bantahan dan memberinya caption.

Perlu kami sampaikan bahwa ibu itu telah salahpaham
Bantuan yang di terima ibu nya adalah bantuan lumbung warga, swadaya dari masyarakat , bukan bansos pemerintah

Adapun untuk Bansos Pemerintah terus berprogres pembagiannya ke masyarakat untuk mengurangi keresahan dan kecurigaan dari masyarakat lain kepada khususnya pihak RT/RW, dengan isu yang beredar ada nya pemotongan dan lain-lain.”

Baca Juga:  Nikita Mirzani Izinkan Putrinya Bertato dan Minum Alkohol dengan Syarat

Setelah ada bantahan dan penjelasan dari Pemkot Tangerang tentang duduk perkaranya, kedua warga tersebut kembali membuat pernyataan lewat video.

Kali ini mereka meminta maaf atas kesalahpahaman yang dibuatnya, karena ternyata bantuan yang didapat bukan dari pemerintah, tapi dari Lumbung Pangan RW setempat.

Artinya bantuan bansos berupa satu liter beras dan dua bungkus mie instan yang diberikan ke dua warga itu dari program Lumbung Pangan RW setempat.

Lumbung Pangan merupakan program sosial yang digencarkan Pemerintah Kota Tangerang, untuk mendorong warga terutama yang mampu di setiap lingkungan RT dan RW bergotong-royong memberikan donasi.

Adapun donasi yang terkumpul nantinya akan dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan.


(rnd)

Kunjungi Juga

Desa Sumber Kembar Resmi Menjadi Kampung Tangguh Covid-19

Desa Sumber Kembar Resmi Menjadi Kampung Tangguh Covid-19

eportal.id, Probolinggo – Launching Kampung Tangguh Covid-19 di Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, …

Koramil 0820/01 Kanigaran Laksanakan Karya Bhakti TNI Penanggulangan Bencana Sosial

Koramil 0820/01 Kanigaran Laksanakan Karya Bhakti TNI Penanggulangan Bencana Sosial

eportal.id, Probolinggo – Menjelang perubahan menuju kehidupan New Normal Koramil 0820/01 Kanigaran tak mau kecolongan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *