Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah konkret yang telah dilakukan PT KBN, khususnya dalam penguatan sistem pemantauan kualitas lingkungan secara digital dan terbuka. Salah satu inisiatif utama yang menjadi perhatian adalah pemasangan Air Quality Monitoring System (AQMS) di dua lokasi strategis kawasan industri, yaitu Marunda dan Cakung.
Direktur Utama PT KBN, Agus Hendardi, memaparkan kondisi terkini perusahaan serta langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh untuk memastikan kawasan industri yang dikelola tetap produktif sekaligus berwawasan lingkungan.
“PT KBN terus berkomitmen mewujudkan kawasan industri yang tertib, modern, dan berkelanjutan. Dalam menghadapi isu-isu lingkungan, kami telah mengambil langkah proaktif melalui kolaborasi strategis dan investasi pada sistem pemantauan lingkungan yang berbasis data dan teknologi,” ujar Agus Hendardi.
Salah satu upaya yang dilakukan PT KBN adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta untuk mengintegrasikan sistem aplikasi pemantauan lingkungan milik PT KBN dengan sistem milik DLH DKI Jakarta. Langkah ini memungkinkan instansi pemerintah mengakses data lingkungan secara real-time, sehingga pengawasan menjadi lebih transparan dan efisien.
Agus Hendardi juga menegaskan bahwa sebagai pengelola kawasan, PT KBN memfasilitasi dan mengawasi pelaksanaan regulasi lingkungan, namun tanggung jawab langsung atas kepatuhan lingkungan berada pada masing-masing tenant yang beroperasi di dalam kawasan. Meskipun demikian, PT KBN secara aktif memberikan edukasi dan dorongan kepada tenant agar selalu mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Direktur Operasional PT KBN Muhammad Isran; Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT KBN Faruq Hidayat; serta Direktur Investasi 1 PT Danareksa (Persero), Chris Soemijantoro, selaku perwakilan pemegang saham PT KBN.
Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup, hadir pula sejumlah pejabat tinggi, yakni Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Udara Edward Nixon Pakpahan; Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Air Firdaus Alim Damopoli; Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Ardhi Yusuf; serta Direktur Pengelolaan Pesisir dan Laut Sayid Muhadhar.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup juga menurunkan tim teknis untuk melakukan penyusuran dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di seluruh kawasan yang berada di bawah pengelolaan PT KBN. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memastikan setiap kawasan industri memiliki tata kelola lingkungan yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Setelah proses di kawasan KBN selesai, KLH berencana menerapkan pendekatan serupa di kawasan industri lainnya di Indonesia.
“Hari ini kami menurunkan tim KLH di KBN, nanti akan bergeser ke kawasan industri lain untuk melakukan mapping dan memberikan arahan terkait lingkungan” ujar Menteri LH
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan kawasan industri yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan dan berkelanjutan.
(Wahyuni adina putri)
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…