Banyumas – Sebuah menu khas Jawa Tengah kini menjadi salah satu daya tarik kuliner di Banyumas. Nila bumbu kuning, sajian andalan Warung Gubug Sawah di Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, bukan hanya menawarkan cita rasa lezat, tetapi juga menghadirkan nostalgia kuliner yang konon dahulu menjadi santapan para raja Jawa.
Berlokasi di Jalan Raya Kalimanggis, Desa Pekuncen, Warung Gubug Sawah menawarkan suasana asri di tengah persawahan yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Tak heran, hampir setiap hari warung ini selalu ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah.
Pemilik Warung Gubug Sawah, Agun Wijonarko, menyebut warungnya menyajikan beragam menu, mulai dari ayam, bebek, hingga lele dan gurame bakar maupun goreng. Namun, menu andalan yang paling diburu adalah nila bumbu kuning.
“Bumbu kuning ini dari kunir, bawang putih, bawang merah, serai, sama kemiri yang dihaluskan. Setelah itu dimasak dengan cabai, tomat, dan daun bawang. Ikan jahernya digoreng dulu, baru dicemplungkan ke bumbu biar meresap. Dulu kata orang tua, ini makanan favorit para raja Jawa. Sekarang banyak dicari, sehari bisa laku sampai 25 porsi, kalau weekend bisa 35 porsi,” ujar Agun.
Proses memasaknya cukup khas. Ikan nila digoreng terlebih dahulu hingga matang, kemudian dicemplungkan ke dalam bumbu kuning dan diaduk hingga meresap sempurna. Sajian lalu disuguhkan dalam mangkuk saji dengan tambahan lalapan daun cintrong, kemangi, dan irisan timun.
Menurut Agun, meski dahulu digemari para raja Jawa, hingga kini nila bumbu kuning masih menjadi favorit kalangan orang tua maupun anak muda. Dalam sehari, warung ini mampu menjual hingga 25 porsi dan meningkat menjadi 35 porsi saat akhir pekan.
Satu porsi nila bumbu kuning dibanderol seharga Rp100 ribu. Meski begitu, pelanggan merasa harga tersebut sebanding dengan cita rasa khas yang tidak ditemukan di tempat lain.
Salah seorang pelanggan, Risma Wati, mengaku puas dengan sajian nila bumbu kuning di Warung Gubug Sawah. “Pemandangannya bagus, menunya juga banyak. Saya pilih nila bumbu kuning, rasanya enak, dagingnya empuk dan tidak bau tanah. Harganya pas di kantong, cocok buat makan bareng keluarga atau teman-teman,” katanya.
Selain rasa masakan yang khas, suasana sejuk dan pemandangan sawah yang hijau semakin menambah kenyamanan pengunjung. Tidak hanya menjadi tempat makan, Warung Gubug Sawah juga menghadirkan pengalaman wisata kuliner khas Banyumas yang autentik.
PANGKEP — Anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Syamsinar, menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan…
Pemilik Lahan Geruduk Rumah Pompa Polder Kamal Muara, Tuntut Dinas SDA DKI Bayar Ganti Rugi…
Kapolres Kepulauan Seribu Bersama Forkopimkab Laksanakan Kerja Bakti dan Penanaman Mangrove di Pulau Tidung Kecil…
Fakta Radar dan Cuaca Terkuak di Kasus Tabrakan Kapal di Banten Jakarta - Berbagai fakta…
Polisi Tangkap Dua Pelaku Ranmor di Pademangan Jakarta - Dua orang pelaku pencurian motor terekam…
Eksepsi Tidak Diterima, Penasehat Hukum Tiga Terdakwa Nyatakan Keberatan atas Putusan Sela Purwokerto — Majelis…