Palak dan Rampas KTP serta E-TOL Supir di Penjaringan, 4 Pak Ogah Ditangkap Polisi
Jakarta – Kepolisian Metro Penjaringan menangkap pelaku premanisme berkedok juru parkir liar dari sekitaran jalan raya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.
Keempat pak ogah dibekuk setelah memalak sopir truk di Jalan Jembatan 3, Penjaringan, Jakarta Utara,Pada Sabtu(17/05/2025).
Dalam video dokumentasi petugas, keempat pak ogah itu diciduk ketika menunggu kendaraan melintas di pinggir jalan.
Para Pak Ogah dibekuk beserta uang tunai yang dihasilkan dari meminta-minta kepada sopir mobil angkutan dan kendaraan pribadi di ruas jalan tersebut.
Petugas Operasional Subnit Resmob Metro Penjaringan tiba di lokasi tersebut, para pelaku Sempat mengelak, namun akhirnya digertak petugas dan ditarik masuk ke dalam mobil dan dibawa ke Polsek.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Sampson Sosa Hutapea, penangkapan terhadap keempat pelaku itu merupakan bagian dari Operasi Berantas Jaya 2025.
“Sejauh ini yang diamankan oleh Polsek Metro Penjaringan sejumlah 62 pelaku, terduga pelaku yang diduga melakukan praktik premanisme, ada 5 yang kami proses sehingga naik sidik dan lainnya kita lakukan pembinaan kepada pihak dinas sosial,” ucap Sampson di Mapolsek Metro Penjaringan, Senin (19/5/2025) malam.
Sampson menyampaikan, pada Sabtu, polisi menerima laporan dari pengemudi taksi online yang dipalak kawanan pelaku ketika melintas di Jalan Jembatan Tiga Raya.
Tak cuma meminta uang, pelaku juga merampas kartu uang elektronik dan KTP milik korban.
“Pelaku ini adalah pak ogah dengan modus lalu saat diberikan uang oleh si korban karena melihat ada e-toll di atas dashboard mobil lalu diambil oleh si pak ogah ini jadi yang diambil ada KTP dan kartu e-toll,” ucap Sampson.
Sampson mengatakan, para pelaku kerap kali melakukan aksinya meminta uang dan tak jarang memalak sopir-sopir yang melintas di sepanjang Jalan Jembatan Tiga Raya, terutama di dekat turunan tol.
“Memang sasarannya kendaraan angkutan yang memang posisinya jendela supir terbuka jadi si pak ogah ini memiliki kesempatan untuk melakukan mungkin mengintimidasi si sopir supaya memberikan uang,” (kata Sampson.)
“Setelah ada aduan kami mendatangi lokasi dan kebetulan empat pelaku tersebut masih ada di sekitaran lokasi yang memang tidak ada yang mengakui namun setelah kami sisir di jalan memang ditemukan KTP yang dibuang di pinggir jalan,” pungkasnya.
(Wahyuni Adina Putri)
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…