Panduan Praktis Beribadah di Masa Wabah. (foto: shutterstock.com)
Panduan Praktis Beribadah di Masa Wabah. (foto: shutterstock.com)

Panduan Praktis Beribadah di Masa Wabah

Syahrullah Iskandar

Penulis Nasaruddin Umar Office

Panduan Praktis Beribadah dalam Intaian Covid-19, Beribadah di Masa Wabah

Pandemi Covid-19 ini akhirnya memengaruhi cara pandang dan strategi keagamaan Islam untuk mengatur bagaimana umat Islam menjalankan ibadahnya di masjid.

Ini juga mendorong para ulama untuk meretas sebuah fikih baru di masa pandemik. Hal inilah yang mendasari Nasaruddin Umar Office (NUO) untuk menerbitkan buku dengan judul Panduan Praktis Beribadah Selama Wabah Covid-19

Sejumlah persoalan keislaman, baik yang bersifat ritual maupun muamalat tersaji di dalamnya dengan bahasa yang sederhana dan lebih terkesan konklutif.

Di antara persoalan yang dipaparkan yaitu menutup masjid, shalat memakai masker, kremasi jenazah Covid-19, dan selainnya.

Baca Juga:  Melawan Petugas Saat PSBB Pekanbaru, Ternyata Pemuda ini Bawa Narkoba

“Kita patut bersyukur dengan hadirnya buku Fikih Pandemi: Beribadah di Masa Wabah ini. Meski berbentuk buku saku dan uraiannya yang ringkas, namun kehadirannya seakan menjawab kerisauan banyak masyarakat perihal beribadah di tengah pandemic Covid-19”, kata Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus pendiri NUO.

Sejumlah persoalan keislaman, baik yang bersifat ritual maupun muamalat tersaji di dalamnya dengan bahasa yang sederhana dan lebih terkesan konklutif.

Di antara persoalan yang dipaparkan yaitu menutup masjid, shalat memakai masker, kremasi jenazah Covid-19, dan selainnya.

Uraian perdebatan tidak dipaparkan secara detil, meski beberapa persoalan juga terurai argumentasi beberapa ulama yang berbeda pendapat.

Baca Juga:  Umar bin Khattab, Pemimpin yang Merakyat

Pandemi Covid-19 ini akhirnya memengaruhi cara pandang dan strategi keagamaan Islam untuk mengatur bagaimana umat Islam menjalankan ibadahnya di masjid.

Pandemi ini tidak menghilangkan semangat keberagamaan kita, terutama di masa Ramadhan ini karena semuanya dapat terlaksana dari rumah.

Penerapan physical distancingbukan penghalang jalinan silaturahmi kita dengan orang lain, meski dengan nuansa yang berbeda. Semoga musibah pandemic ini segera berakhir dan situasi normal kembali dan lebih baik lagi! Amien.

Lembaga yang berdiri di awal 2018 lalu ini bertujuan memajukan dan mengembangkan moderasi beragama, membangun toleransi dan keberagamaan, memperkokoh rasa kebangsaan dan nasionalisme, serta pemberdayaan umat dalam mewujudkan perdamaian.

 

Download file PDF nya disini: Panduan Praktis Beribadah dalam Intaian Covid-19, Beribadah di Masa Wabah

Baca Juga:  Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Kasus Virus Corona Tak Dipolitisasi

(Syahrullah Iskandar)

Kunjungi Juga

Heboh Keluarga Jenazah Pasien Corona Dimintai Uang Rp3 Juta untuk Pemulasaraan

Heboh Keluarga Jenazah Pasien Corona Dimintai Uang Rp3 Juta untuk Pemulasaran, Ini Faktanya

eportal.id, Mojokerto – Video yang memperlihatkan keluarga pasien corona dimintai uang sebesar Rp3 juta untuk …

Beramar Ma’ruf dengan Cara yang Santun. (ilustrasi istimewa)

Beramar Ma’ruf dengan Cara yang Santun

Beramar Ma’ruf dengan Cara yang Santun Slogan Amar Ma’ruf Nahi Munkar (AMNM) bukanlah kaplingan sekelompok …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *