Pantau Kelayakan Air Minum, Bappeda Gelar Rapat Koordinasi Dengan Kelompok Kerja Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Permukiman

Probolinggo – Guna perluasan penyediaan jaringan air bersih bagi warga diseluruh wilayah di Kota Probolinggo, Bappeda (Badan Pembangunan Daerah) Pemerintah Kota Probolinggo, gelar rapat koordinasi kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan permukiman.

Acara yang digelar di Depot Orin Hall dan Resto, di jalan Panjaitan Kota Probolinggo, Senin (23/11) kemarin. Rapat dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, dengan narasumber dari regional manager USAID IUWASH PLUS Jawa Timur, Laksmi Cahyaniwati.

Tim USAID IUWASH PLUS, Imam Suhadi Governance Specialist, Wasis Finance Specialist, Rudi Water Specialist, Ratih Behaviour Changing Specialist, Dardiri Marketing Specialist.

Hadir peserta Rapat, Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo, Dinas Kesehatan, DInas PUPR PKP, Dinas Lingkungan Hidup, Sanitarian, dan perwakilan 5 Kecamatan, Korkot Kotaku.

Pelaksanaan rapat koordinasi kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Kota Probolinggo, dipimpin oleh Ketua Harian Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman Kota Probolinggo (AMPL), Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo.

Baca Juga:  Seekor Harimau Sumatera Muda Ditangkap Warga Solok Setelah Masuk Perangkap

Rapat koordinasi kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Kota Probolinggo bertujuan, meningkatkan optimalisasi pelaksanaan dan pengendalian program sektor air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Kota Probolinggo.

Rapat koordinasi ini menghasilkan rekomendasi arahan kebijakan dalam pencapaian target sektor air minum dan Sanitasi di Kota Probolinggo, air minum dan Sanitasi merupakan salah satu layanan dasar yang ada pada Layanan perumahan dan kawasan permukiman.

Hal ini merupakan kewajiban Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk bisa memenuhinya, melalui program-program pembangunan yang dicanangkan setiap tahunya dalam pelaksanaan pembangunan di sektor air minum dan sanitasi ini. Akhirnya Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan USAID IUWASH PLUS sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 dalam rangka mencapai akses SDGS bidang air minum dan sanitasi (air limbah domestik dan persampahan) yang tertuang pada dokumen RPJMD Capaian Kota Probolinggo untuk sektor Water Sanitation and Hygiene (WASH).

Baca Juga:  Pejabat Baru Kejari Kabupaten Probolinggo Kunjungi Makodim 0820 Probolinggo

Kondisi pembangunan air minum dan Sanitasi di Kota Probolinggo, dengan indikator capaian di tahun 2020 dan untuk target di tahun 2024 nanti, dengan capaian prosentase akses Sanitasi mencapai 95%/ 56%/100%. BABS 4,44%/ 0%. Penanganan sampah perkotaan 36%/ 43%/ 71,00%. Pengurangan sampah 2,13%/ 29%. Air minum jaringan perpipaan 64,34%/ 76,00%, dan Air minum bukan jaringan perpipaan 35,66%/ 24%.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rapat koordinasi kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Kota Probolinggo, menghasilkan beberapa rekomendasi terkait penyusunan rencana aksi pencapaian air minum dan Sanitasi. Dengan kemitraan dengan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan air minum dan sanitasi.

Alternatif pembiayaan sektor sanitasi melalui Badan Amil Zakat (BAZ), Korpri, Forum CSR, lembaga keuangan mikro dan sektor – sektor pembiayaan lainnya.

Peningkatan pengelolaan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, kelembagaan dan pemasarannya penyusunan bisnis plan PDAM dan peningkatan penyertaan modal PDAM, peningkatan pemasaran pemanfaatan air jaringan perpipaan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pembagian Nasi Anjing Bikin Gaduh, Polisi Minta Ganti Istilah dan Logo

Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo, rapat koordinasi kelompok kerja air minum dan penyehatan lingkungan permukiman Kota Probolinggo, perlu dilakukan agar kebutuhan air minum yang dikonsumsi masyarakat di Kota Probolinggo, bersih, hiegenis dan layak diminum, dan tidak mengandung bakteri atau kandungan kimia yang membahayakan tubuh, guna penyehatan di lingkungan pemukiman warga, karena dengan masyarakat sehat negara akan maju dan kuat.
“Perlu kita pantau pembangunan penyaluran air minum ke warga di pemukiman di seluruh Kota Probolinggo, dengam mengandeng para ahlinya, dan setiap tahun kita gelar rapat untuk koordinasi masalah air minum dan penyehatan lingkungan, agar air minum yang di konsumsi warga di Kota Probolinggo, betul – betul steril dan sehat, serta layak di minum, agar perkembangan dan pertumbuhan masyarakat selalu sehat, dengan sehat negara akan maju dan kuat” ujar Suwigtyo saat dikonfirmasi. Rabu (25/11/2020).



Kunjungi Juga

Takut Ada Gempa Lagi, TK Di Kota Probolinggo Belajar Di Luar Ruangan

Probolinggo – Antisipasi adanya gempa susulan, sebuah Taman Kanak – Kanak Dharma Wanita, di jalan …

Motif Asmara Pria Beristri Di Probolinggo Tewas Dibacok

Probolinggo – Pria beristri ditemukan tewas penuh luka bacok di jalan Desa Tunggak Cerme, Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *