Pasar Pagi Salatiga Terapkan Physical Distancing Diacungi Jempol. (foto: Rahmad Wahjoe)
Pasar Pagi Salatiga Terapkan Physical Distancing Diacungi Jempol. (foto: Rahmad Wahjoe)

Pasar Pagi Salatiga Terapkan Physical Distancing Diacungi Jempol

eportal.id, Salatiga – Jaga jarak menjadi hal penting di saat Pandemi Corona saat ini. Pasar Pagi Salatiga terapkan physical distancing mendadak jadi sorotan karena menerapkan sosial distancing.

Pasar tersebut didesain khusus di jalanan dengan jarak antara kios satu dengan yang lain dibatasi serta diberi kotak-kotak yang ditempati oleh pedagang.

Pun demikian dengan jarak antara pembeli yang diatur sedemikian rupa. Sehingga, tidak terjadi penumpukan masyarakat di lokasi favorit belanja masyarakat itu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah Pemkot Salatiga yang melakukan hal itu. Menurutnya, itu contoh yang sangat keren dan bagus diterapkan di tengah pandemi Covid-19.

“Sebenarnya sudah lama saya usul penataan pasar itu kepada bupati dan wali kota. Idenya saya lihat di Myanmar, lalu saya share ke mereka para bupati wali kota, bisa tidak dilakukan,” ungkap Ganjar, Selasa (28/4/2020).

Baca Juga:  Balap Liar di Makassar saat PSBB, 49 Remaja Diamankan dan Disanksi

“Ternyata Salatiga yang melakukan, hari ini saya tag di Instagram saya karena memang sangat menginspirasi,” sambung politisi PDI Perjuangan tersebut.9

Penerapan physical distancingitu mulai hari Senin (27/4/2020), dimana pasar yang biasa mulai sibuk sejak tengah malam dan bubar pukul 06.00 WIB itu makin rapi.

“Persiapan itu sudah dari jam 12 malam. Sekarang setiap alarm bunyi berkemasnya lebih cepat, ini jadi lebih rajin dan karena ini menerapkan social distancing ya,” ujar Wahjoe, warga setempat.

Di pasar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga ini, para pedagangnya berjualan di badan jalan dan jika alarm berbunyi maka sudah saatnya berkemas.

Menurut Ganjar, paradigma saat ini harus benar-benar diubah. Saat ini, mau tidak mau masyarakat harus bisa hidup meski saat pandemi Covid-19, termasuk sistem pasar atau sistem ekonomi.

Baca Juga:  Fikih Pandemi, Panduan Praktis Beribadah dalam Intaian Covid-19

“Sistem pasar kita harus diubah. Pilihannya adalah kita mengambil jalur tegas PSBB yang melarang semua orang keluar dan ekonomi berhenti, atau kita bisa melakukan seperti di Kota Semarang atau Banyumas yang melakukan pengetatanan,” jelasnya.

Ganjar mengaku, pihaknya mengacungi jempol Kota Salatiga yang telah membuat terobosan baru dengan menata pasarnya dengan baik. Ia berharap, daerah lain dapat mencontoh Salatiga melakukan pengetatan-pengetatan di berbagai bidang.

Berikut ini foto-foto Pasar Pagi Salatiga terapkan physical distancing:

View this post on Instagram

Pasar Pagi Salatiga Terapkan Physical Distancing Diacungi Jempol Sebuah pasar di Kota Salatiga mendadak jadi sorotan karena menerapkan sosial distancing. Pasar tersebut didesain khusus di jalanan dengan jarak antara kios satu dengan yang lain dibatasi. Pun demikian dengan jarak antara pembeli yang diatur sedemikian rupa, sehingga, tidak terjadi penumpukan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah Pemkot Salatiga yang melakukan hal itu. Menurutnya, itu contoh yang sangat keren dan bagus diterapkan di tengah pandemi Covid-19. . 📷 Rahmad Wahjoe @ganjar_pranowo @eportal.id @bataviainfo #salatiga #socialdistancing #salatigahitz #salatigahits #pasarsalatiga #pasartradisional #eportalid #bersamalawancorona #dirumahaja #bataviainfo

A post shared by Eportal.id (@eportal.id) on

(rnd)

Kunjungi Juga

Naik Motor Walikota Sapa Warganya di Perkampungan Padat Penduduk Serta Bagikan Sembako

eportal.id, Probolinggo – Pantau dan sapa warganya, Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Blusukan naik …

Pandemi Corona dan Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sayur Mayur Naik di Pasar Tradisional Kota Probolinggo

Pandemi Corona dan Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sayur Mayur Naik di Pasar Tradisional Kota Probolinggo

eportal.id, Probolinggo – Sejumlah harga daging dan bawang merah di pasar tradisional di Kota Probolinggo, sejak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *