Pasca Terjangan Banjir Di 3 Kecamatan Di Kota Probolinggo, Walikota Bersama Dinas Terkait Pantau Sungai Legundi

Probolinggo – Pasca diterjang banjir kiriman dari Lereng Gunung Bromo, 3 Kecamatan di Kota Probolinggo, banyak menyebabkan kerugian material warga akibat terdampak banjir luapan dari Sungai Legundi.
Habib Hadi Zainal Abidin, Walikota Probolinggo, ajak dinas terkait pantau dan cek aliran Sungai Legundi, di Kecamatan Wonoasih, untuk mengambil langkah agar kejadian banjir serupa tidak terulang dengan bekerja sama dengan pihak PU Pengairan Provinsi Jatim.
Setelah pemantauan cukup lama, menurut Walikota akan melakukan normalisasi, dengan cara pengerukan, membersihkan sampah seperti sampah rumah tangga dan banyaknya ranting, dahan, dan batang kayu tumbang terbawa arus sungai saat banjir kemarin, Walikota meminta ke pihak UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen, untuk membangun skrin atau filter untuk menahan sampah.
“Perlu kita pantau dan cek aliran Sungai Legundi yang melintas di Kota Probolinggo, dan menyebabkan banjir kemarin di Kelurahan Kedupok, Kelurahan Jrebeng, dan Kelurahan Sumber Wetan, dengan mengajak Kepala OPD terkait dari Pemkot dan UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen yang kantornya di Pasuruan, untuk mengambil langkah agar air tidak meluap ke pemukiman dan sawah warga setiap tahun saat musim hujan” ujar Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Selasa (2/3/2021).
Dan banyaknya lahan kosong dan gundul di sepanjang bantaran Sungai Legundi, rencananya akan melakukan penanaman bibit pohon bekerja sama dengan Dinas Pengairan Kota Probolinggo dan Pemprov Jatim, Pertanian dan Perhutani, agar bisa menyerap air saat hujan deras melanda.
“Banyaknya lahan kosong dan gundul, kita ajak partisipasi masyarakat bersama Pemerintah Kota Probolinggo, melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai, agar bisa meresap air saat musim hujan, untuk mengurangi debit air” tegas Habib Hadi.
Selain itu kita menghimbau warga yang bermukim di dekat aliran sungai, untuk lebih estra waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi waktu lama, untuk menghindari dampak buruk bencana banjir, juga perlu tanggap bencana bagi masyarakat di seluruh Kota Probolinggo.
“Permintaan Walikota Probolinggo, untuk menanggulangi banjir akibat luapan air Sungai Legundi, untuk dibangun skrin dan filter untuk menahan sampah ranting, dahan dan pohon tumbang terbawa arus sungai, akan kita koordinasi dengan PU Provinsi Jatim, nanti, namun untuk jangka pendek kita akan kerja dama dengan pihak PUPR Pemkot Probolinggo, normalisasi dan mengambil sampah di sungai ini” jelas Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang Pekalen, Novita Anggraini.

Kunjungi Juga

APELLTI dan 5 LSM Minta Lelang PT Kertas Leces Dibatalkan atau Dikaji Diulang

Probolinggo – Asosiasi Pengusaha Limbah Dan Logam Tua Indonesia (APELLTI), dan 5 LSM (Lembaga Swadaya …

Pemerintah Kota Probolinggo Lounching Core Values ASN BerAKHLAK

Probolinggo – Tingkatkan SDM dilingkungan ASN (Aparatur Sipil Negara) di Republik Indonesia, para pejabat OPD …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *