Pemerintah Kota Probolinggo Memberlakukan Belajar Tatap Muka SD Dan SMP Kuota 50 Persen

Probolinggo – Sejak pandemi COVID- 19, aktifitas belajar mengajar di sekolah diliburkan total.
Mulai Selasa pagi ini, Pemerintah Kota Probolinggo dan Satgas COVID- 19 Kota Probolinggo, melakukan monitoring persiapan protokol kesehatan dan sistim belajar mengajarnya ke sekolah – sekolah. Selasa (25/5/2021).

Guna mengantisipasi penyebaran COVID- 19, saat mulai belajar tatap muka, namun siswa siswi dan para pengajar wajib memberlakukan protokol kesehatan estra ketat saat di dalam sekolah.

Mulai dari wajib pakai masker, bawa hand sanitizer dan cuci tangan, serta sebelum masuk setiap pelajar wajib di tes suhu tubuhnya menggunakan alat thermo gun.

Selain itu, setiap harinya hanya kuota 50 persen siswa saja masuk sekolah secara tatap muka, dan akan diawasi tim dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, di setiap – setiap sekolah, agar belajar tatap muka berjalan aman tanpa menjadi klaster baru penyebaran COVID- 19.

Baca Juga:  Demo BLT Rp 600 Ribu Ricuh di Madina, Mobil Wakapolres Dibakar, 6 Polisi Terluka

Ketua Satgas COVID- 19 Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, setelah kita pantau protokol kesehatan sudah baik, dan wali murid agar tidak khawatir kesehatan putra putrinya, dan belajar tatap muka ini sudah disetujui hampir 90 persen wali murid setuju dengan belajar tatap muka, dan kita siapkan tim kesehatan di setiap sekolah.

“Kita lihat sudah baik sistim protokol kesehatannya, dan jangan khawatir dengan putra putrinya, kita siapkan tim medis agar bisa memantau kondisi kesehatan saat belajar tatap muka” tegas Habib Hadi. saat dikonfirmasi eportal.id.

Juga dikatakan Mohamad Maskur, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, belajar tatap muka persiapan untuk ilmu ujian semester untuk nilai kenaikan kelas, namun tetap dengan protokol kesehatan estra ketat, namun kuota setiap hari hanya 50 persen.

Baca Juga:  Polisi Menetapkan Tiga Pelaku Penyiksa Siswi di SMP Purworejo

“Menghadapi persiapan ujian semester kenaikan kelas, kita perlu belajar tatap muka untuk meraih nilai, dan wajib protokol kesehatan, dan kuota 50 persen, dan grafik yang setuju wali murid sudah mencapai 90 persen” ujar Maskur, saat dikonfirmasi.

Saat ini Kota Probolinggo, masuk zona kuning dan hijau, proses belajar tatap muka terus digelar, jika nanti kembali masuk zona orange dan merah, makan proses belajar tatap muka akan diberhentikan secara otomatis.

Kunjungi Juga

Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkot Probolinggo Ajak Jurnalis Tanam Pohon Tabubuya

Probolinggo – Masih rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Jispro (Jurnalis Probolinggo), …

Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkot Probolinggo Ajak Jurnalis Tanam Pohon Tabubuya

Probolinggo – Masih rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Jispro (Jurnalis Probolinggo), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *