Penyuluh Kemenag Pangkep Lolos ke Tingkat Nasional dalam Ajang Penyuluh Awards 2025
Pangkep – Salah satu penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Haerul, S.H.I, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Penyuluh Award Kementerian Agama Tahun 2025.
Haerul meraih penghargaan di kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat, melalui program pendampingan sistem kerjasama pertanian muzara’ah yang berbasis syariat Islam. Program ini difokuskan untuk mendampingi para petani, pemilik lahan, serta penggarap di wilayah Kecamatan Mandalle agar menjalankan sistem bagi hasil yang adil, transparan, dan sesuai hukum Islam.
“Seleksi dimulai sejak April lalu, dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke nasional. Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos sebagai wakil Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ujar Haerul, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, peran penyuluh agama bukan hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi mediator dan pembimbing dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam hal ini, Haerul mendampingi pemilik lahan dan penggarap sawah agar kerja sama yang terjalin berjalan dengan prinsip kejujuran dan amanah, serta menghindari potensi konflik dalam pembagian hasil.
“Sistem muzara’ah ini bukan hanya mendukung peningkatan ekonomi umat, tapi juga membuka lapangan kerja. Pemilik lahan yang tidak lagi mampu mengelola bisa terbantu, sementara penggarap yang tidak punya lahan bisa memperoleh penghasilan,” jelas Haerul.
Zainuddin, salah seorang penggarap lahan di Desa Manggalung, Kecamatan Mandalle, mengapresiasi kehadiran penyuluh agama seperti Haerul yang telah membantu memediasi dan menjelaskan sistem bagi hasil sesuai dengan ajaran Islam.
“Ini sangat membantu kami. Tidak hanya menghindari perselisihan, tapi juga memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban kami secara syariat,” kata Zainuddin.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Pangkep, H. Zulkifli, menilai langkah Haerul sebagai inovasi yang sangat relevan dalam mendukung literasi keagamaan masyarakat, terutama dalam Fiqih Muamalah yang selama ini belum populer di kalangan petani.
“Sistem bagi hasil sudah dikenal masyarakat. Namun, dari sisi fiqih Islam, istilah dan tata cara yang benar belum banyak dipahami. Saudara Haerul berhasil mengangkat ini dalam bentuk nyata,” tutur H. Zulkifli.
Ia juga berharap, keberhasilan Haerul bisa menjadi motivasi bagi ASN dan penyuluh lainnya di lingkup Kemenag Pangkep untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan bekerja dengan ikhlas dalam melayani umat.
Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…
Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…
Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…
Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…
Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…
Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…