Perempuan Tua Tanpa Identitas Meninggal Dunia Ditabrak KA Sri Tanjung Di Rel Kereta Api Di Probolinggo

Probolinggo – Perempuan tua tanpa identitas meninggal dunia, setelah ditabrak kereta api di perlintasan rel kereta api Desa Tigasan Kulon, Leces, Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/1/2021).
Sebelum tertabrak, menurut warga setempat jalan mondar mandir tanpa kejelasan, korban yang diperkirakan berusia 60 tahun itu berjalan di atas rel kereta api.
Di saat yang sama, sekitar pukul 11:00 WIB muncul kereta api Sri Tanjung dari arah Selatan dengan tujuan stasiun Ketapang-Lempuyangan Jogjakarta.
Kapten Muhamad Halil, Danru Polsuska Daop 9 Jember PT Kereta Api Indonesia, sudah diteriakin oleh warga, namun korban tetap berjalan di rel kereta api, dan saat itu muncul dari arah selatan Kereta Api Sri Tanjung tujual Lempuyangan Jogjakarta, dan ditabrak, korban luka larah dan hingga saat ini belum ditemukannya identitas dan keluarga yang mengakui jasad korban.
“Bukannya menghindar, saat diteriakin oleh warga kalau ada kereta api akan melintas, nenek itu tetap berjalan di atas rel. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Tubuhnya tertabrak kereta,” kata Kapten Halil.
Akibat kecelakaan ini, tubuh korban terluka parah dan tangan dan kaki patah, warga yang berada di lokasi langsung menghubungi Polsek Leces.
Selanjutnya, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
“Setelah mendatangi TKP, saya yang dibantu warga langsung mengevakuasi tubuh korban ke atas mobil polisi. Saya menghimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati saat melintas di rel, maupun di perlintasan kereta api tanpa palang pintu” tambah Kapten Halil.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Leces, Aipda Eko Apriyanto menyebut, jenazah telah dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati. Hingga kini korban belum diketahui identitasnya dan warga mengakui kerabat korban.
“Korban ini diduga usianya sekitar 60 tahun. Tak ditemukan identitas apapun di tubuh korban. Kami mengimbau bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya untuk mendatangi RSUD Waluyo Jati, Kraksaan,” tegas Aipda Apriyanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *