Pernikahan ke-6 Anthon Donovan–Yemima: Saat Syukur Disajikan Bersama Nasi Rames Legendaris

Pernikahan ke-6 Anthon Donovan–Yemima: Saat Syukur Disajikan Bersama Nasi Rames Legendaris

Purwokerto – Perayaan ulang tahun pernikahan ke-6 Anthon Donovan dan Yemima berlangsung sederhana namun sarat makna. Bertempat di Rumahnya Jalan Perintis Kemerdekaan No. 18, acara ini menjadi ajang syukuran sekaligus silaturahmi yang mempertemukan keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga tim usaha dari kedua belah pihak.

Ulang tahun pernikahan keenam dalam berbagai tradisi dikenal sebagai Besi atau Gula/Permen, melambangkan kekuatan, ketahanan, serta keharmonisan hubungan setelah enam tahun membina rumah tangga. Sementara dalam simbol modern, kayu kerap diasosiasikan sebagai fondasi kokoh yang menopang perjalanan pernikahan.

“Ini sebenarnya perayaan ulang tahun pernikahan kami yang keenam. Kebetulan saja dirayakan dengan cara kumpul bersama,” ujar Anthon Donovan di sela acara.

Bacaan Lainnya

Kuliner Kaki Lima Legendaris Jadi Pusat Perayaan Berbeda dari perayaan mewah di restoran atau hotel, pasangan ini justru menghadirkan Lek Surip, penjual nasi rames legendaris yang biasa mangkal di perempatan BCA, Permata Palma. Pilihan ini bukan tanpa alasan—selain cita rasanya yang dikenal lintas kalangan, hidangan tersebut juga menjadi simbol kedekatan dan kebersamaan.

“Ini makanan kaki lima yang sudah sangat terkenal. Semua kalangan makan di sini, dari masyarakat biasa sampai orang-orang yang cukup dikenal,” tutur Antjon.

Menu yang disajikan pun bervariasi dan berubah setiap hari. Namun, beberapa lauk favorit tetap menjadi andalan, seperti ayam opor, ayam bakar, tempe dan tahu bacem, bakwan, serta telur. Ciri khasnya, setiap hari tersedia tiga jenis lauk berbeda yang membuat pelanggan tak pernah bosan. “Yang kita suka, menunya selalu berubah-ubah,” tambahnya.

Silaturahmi Tanpa Sekat Acara ini dihadiri oleh kerabat, teman kerja, tetangga, hingga keluarga besar. Semuanya berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan yang sama dalam suasana penuh keakraban. “Biar semuanya bisa menikmati.

Kita kumpulkan semua jadi satu,” ujar Anthon.
Lek Surip sendiri mengaku sudah beberapa kali diundang dalam acara yang digelar Anthon.

“Alhamdulillah, sama Pak Anthon biasanya setahun sekali,” kata Lek Surip, yang sehari-hari mulai berjualan selepas Magrib hingga dini hari.

Harapan: Menjadi Berkat bagi Banyak Orang
Dalam perayaan ini, Anthon dan Yemima tak hanya mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan rumah tangga mereka, tetapi juga menyampaikan harapan besar ke depan.

“Kami ingin terus bisa bermanfaat. Harapannya usaha kami bisa berkembang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujar Anthon.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas proses perizinan usaha kuliner sang istri yang tengah berjalan dan telah mencapai tahap penting. “Kami berterima kasih karena perizinan restoran kami juga sedang melangkah maju,” tambahnya.
Doa dari Anak dan Keluarga

Momen haru terasa saat Enan Agrippa Donovan anak aemata wayang mereka menyampaikan doa sederhana namun penuh makna. “Semoga papi dan mami terus bersama, harmonis, jangan sering berantem, pokoknya bareng terus,” ucap sang anak polos.

Doa tersebut diamini oleh keluarga dan para tamu yang hadir, menutup perayaan dengan harapan agar rumah tangga Anton dan Yemima terus kokoh, rukun, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Perayaan ini membuktikan bahwa makna ulang tahun pernikahan bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama—bahkan lewat sepiring nasi rames dari perempatan jalan yang legendaris.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *