Categories: Biro JakartaNews

Ratusan Nelayan Muara Angke Gelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Kebijakan VMS pada Kapal, Dianggap Merugikan

Ratusan Nelayan Muara Angke Gelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Kebijakan VMS pada Kapal, Dianggap Merugikan

Jakarta – Ratusan nelayan di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara melakukan aksi unjuk rasa di Pelabuhan Muara Angke pada Senin (14/4/2025). Dalam aksi unjuk tersebut para nelayan menolak adanya kebijakan pemasangan Vessel Monitoring System atau VMS pada setiap kapal nelayan oleh pemerintah.

Sejumlah para nelayan melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari titik kumpul Menuju pelabuhan Muara Angke. Nelayan membentangkan spanduk penolakan VMS pada setiap kapal nelayan. Menurut Nelayan, VMS sangat merugikan karena harga yang mahal dan diawasi saat mencari ikan di laut

Menurut salah satu perwakilan nelayan Nunung, bahwa pihaknya menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto agar melihat kondisi nelayan dengan membatalkan peraturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pemasangan alat VMS.

“Kami kenapa menolak VMS, ruang gerak kami mencari ikan diawasin, Itu yang jadi permasalahannya. Kalau umpamanya VMS itu bebas-bebas saja, kami juga tidak menolak. Tapi kalau umpamanya kami lari ke kiri, ke kanan diawasin, kami mau cari makan apa di laut,” Kata Nunung di lokasi, Senin (14/4/2025).

Nunung mengatakan, selama ini seluruh nelayan mengadu nasib untuk mencari ikan di laut Indonesia. Dengan adanya aturan atau kebijakan VMS menurutnya menjadi hal yang mempersempit pencarian ikan bagi nelayan. Apalagi belakangan ini, banyak nelayan yang mengeluh membawa ikan sedikit saat pulang berlayar.

“Kami mohon Pak Presiden, Pak Menteri, berikanlah ke kami leluasa untuk mencari ikan biar bisa mendukung program-program pemerintah Indonesia.Insyaallah kami akan datang langsung ke Pak Presiden. Percuma ke Menteri, kami berdialog, sudah kita bersurat, tetap kami tidak pernah ditanggapi. Itulah kenapa kami turun ke jalan,” Tuturnya.

Dalam aksi unjuk rasa nelayan menolak pemasangan alat VMS bukan hanya terjadi di Muara Angke, Jakarta Utara saja, tetapi sudah dilakukan oleh sejumlah nelayan di daerah. Para nelayan berharap, Pemerintah dalam hal ini Presiden dapat membantu atau membatalkan adanya kebijakan pemasangan VMS tersebut.

Sejumlah nelayan mengaku belum bisa melaut atau beroperasi lantaran kewajiban penggunaan VMS. Dari kondisi tersebut, sekitar ratusan perahu nelayan banyak yang bersandar di dermaga Muara Angke menanti keputusan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Untuk memiliki VMS, nelayan harus merogoh kocek sekitar Rp. 16 juta.

(Wahyuni Adina Putri)

Wahyuni Adina Putri

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

9 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

9 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

10 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

12 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

19 jam ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

1 hari ago