Ribuan Pohon Ditanam di Hutan Tunjung Kulon, Sinergi Jaga Alam dan Dorong Ekonomi Hijau di Banyumas
Banyumas – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan di Kabupaten Banyumas. Ribuan pohon produktif dan konservasi ditanam di kawasan Hutan Tunjung Lor, Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Yayasan Kehati dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Penanaman bersama berbagai jenis pohon produktif dan konservasi ini diinisiasi oleh Yayasan Kehati bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hawana Basuki dan Pemerintah Desa Tunjung. Yayasan Kehati, yang berdiri sejak tahun 1994, selama ini berfokus pada pemberdayaan mitra lokal di bidang lingkungan hidup. Melalui program Land and Seascape, Kehati berupaya mengintegrasikan pembangunan wilayah darat dan pesisir secara berkelanjutan.
Tim Leader Proyek Kehati, Muhammad Korebima, menjelaskan bahwa kegiatan di Desa Tunjung merupakan bagian dari upaya memulihkan lahan kritis sekaligus memberi manfaat nyata bagi warga.
“Jadi tidak hanya aspek konservasi yang diperhatikan, tapi juga aspek ekonomi melalui tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat setempat terlibat aktif melalui LMDH Hawana Basuki. Selain tanaman konservasi seperti beringin, aren, dan gayam, warga juga menanam pohon-pohon produktif sebanyak 2.352 batang, antara lain nangka, kakao, sawo, gamal, durian, kopi, jengkol, dan petai.
Ketua LMDH Desa Tunjung, Agus Priyono, menuturkan bahwa penanaman ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga sumber air.
“Kami menanam pohon konservasi seperti aren dan beringin, juga tanaman produktif seperti kopi, durian, dan petai agar bisa meningkatkan ekonomi warga di sekitar hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tunjung, Sartim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi.
“Melalui kegiatan ini, warga semakin semangat bergotong royong. Selain menjaga kelestarian hutan, program ini juga membuka peluang kerja dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Desa Tunjung menyambut positif kegiatan ini. Selain menahan laju erosi dan mencegah bencana longsor, penanaman pohon diharapkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dari total kawasan hutan seluas 206 hektare, sekitar 12 hektare kini dikelola bersama masyarakat dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Perhutani.
Melalui penanaman pohon di Hutan Tunjung Kulon, warga tidak hanya menanam harapan bagi kelestarian alam, tetapi juga menumbuhkan ekonomi hijau yang bermanfaat bagi masa depan desa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam menanggulangi bencana banjir dan longsor serta memperkuat daya serap air di kawasan hulu.
Probolinggo - Aksi kejar-kejaran layaknya film laga terjadi di ruas Jalan Tol Probolinggo–Surabaya. Anggota Patroli…
Pangkajene dan Kepulauan, 30 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan resmi melantik sejumlah…
Pangkajene dan Kepulauan, 30 Januari 2026 , Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan resmi melantik sejumlah…
Manis Berbuah Sepanjang Musim, Sawo Mentega Jadi Sumber Cuan Petani Banyumas Banyumas - Petani sawo…
Akademisi Nilai Reposisi Polri Harus Jaga Fungsi Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik Jakarta - Akademisi…
Probolinggo - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo kembali menggelar operasi penertiban peredaran…