Pantai Taipa di Konawe Utara. (Foto : Istimewa)
Pantai Taipa di Konawe Utara. (Foto : Istimewa)

Rupa Cantik Pantai Taipa Hingga Situs Makam Kuno di Konut

eportal.id, Konawe Utara – Pantai Taipa, sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga masyarakat kota Kendari.

Pantai cantik membahana dengan hamparan pasir putihnya yang membentang luas serta burung endemik Sulawesi, burung Maleo, yang terbang berlalu lalang bahkan ada juga yang bertelur di pasir, tampak memukau mata pengunjung.

Pantai Taipa merupakan destinasi yang berpapasan dengan laut Banda. Pantai ini berada di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sesuai dengan namanya, Taipa (berasal dari bahasa Tolaki) yang berarti “buah mangga”. Dijuluki pantai Taipa, sebab daerah ini banyak pohon mangganya. Tolaki sendiri adalah etnis asli yang mendiami daratan Sultra.

Menurut warga sekitar, tempat ini sempat eksis di tahun 1995 hingga awal 2000-an. Namun seiring banyaknya destinasi baru yang bermunculan, pantai eksotis ini sedikit terlupakan.

Baca Juga:  Kendari Bersepeda Kampanyekan Anti Polusi dan Macet

Berbeda dengan pantai cantik lainnya yang ada di kota Kendari, yang hanya menyuguhkan pemandangan laut ditambah jejeran pepohonan, destinasi ini justru menawarkan bukit bagi pengunjung yang berjiwa petualang. Bahkan medannya yang sedikit curam juga bisa menguji adrenalin.

Nah, dari ketinggian bukitnya pantai Taipa, pengunjung bisa menyaksikan indahnya pesona alam bahari pantai Taipa.

Selain itu, pantai Taipa juga memiliki goa yang wajib diketahui bila berkunjung disini, yakni Goa Golo Oti yang berarti “arus kering”.

Di dalam goa ini terdapat makam kuno dari seorang tokoh yang bernama Lasalama. Konon katanya, karena dianggap keramat, banyak warga lokal memasuki goa untuk meminta keberkahan.

Sementara itu, pantai cantik ini juga menyuguhkan beberapa gazebo untuk bersantai dan bagi pengunjung yang ingin bermalam disediakan penginapan dengan tarif sewa per malam sekitar Rp.300.000 hingga Rp.500.000.

Baca Juga:  Setiap 5 Tahun, Desa Adat Karangsari Gelar Upacara Ngaben Masal

Serta ada pula makanan khas yang selalu dijajakan oleh warga setempat, yakni Gogos dan Sate Pokea (kerang) dengan bumbu kacangnya yang sedap dengan harga yang murah meriah. (Fera/kendariinfo)

Kunjungi Juga

Penemuan mayat perempuan di Baubau, Minggu 23/2/2020. (Foto : Istimewa)

Penemuan Mayat Perempuan Hebohkan Warga di Baubau

eportal.id, Baubau – Penemuan mayat perempuan di Jalan Simpang Lima Palagimata, Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, …

Foto bersama komunitas olahraga di Kendari, Minggu 23/2/2020.

Peringati Ulang Tahun Pertama, Sparko Kendari Gelar Olahraga Bersama

eportal.id, Kendari – Memperingati ulang tahunnya yang pertama, Komunitas olahraga Spartan Komando (Sparko) Kendari menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *